BERBAGI

PUKAT – Wakil Presiden (wapres) Ma’ruf Amin┬ámeminta daerah yang menerapkan new normal harus dipersiapkan dengan baik. Ma’ruf mengingatkan daerah memerhatikan persyaratan pelonggaran pembatasan yang dikeluarkan organisasi kesehatan dunia (WHO).

“Daerah yang akan memulai aktivitas ekonomi dalam tatanan normal baru harus dipersiapkan dengan baik. Wilayahnya harus dipastikan kondusif selain kegiatan ekonominya harus dijalankan dengan protokol kesehatan yang ketat,” kata Ma’ruf saat menghadiri penganugerahan Kemendagri kepada daerah yang berinovasi dalam tatanan normal baru, Senin (22/6/2020).

  Update: Kasus Positif Corona di Jateng Mencapai 5.999 Kasus

Ma’ruf mengungkap, ada beberapa rambu-rambu dari WHO yang perlu diperhatikan ketika menghadapi new normal. “Untuk itu, ada rambu-rambu yang dikeluarkan oleh WHO agar tatanan normal baru produktif aman COVID-19 dapat terwujud. Pertama, penularan virus sudah terkendali ditunjukkan dengan dengan rasio penyebaran Ro dalam satu wilayah berada di bawah 1 selama dua minggu berturut-turut,” jelas Ma’ruf.

Ma’ruf menambahkan, pelayanan kesehatan yang baik juga perlu dipersiapkan untuk menangani kasus Covid-19. Demikian halnya pelacakan secara masif pun harus terus dilakukan.

  Update: Kasus Positif Corona di Indonesia Per Senin 27 Juli 2020 Mencapai 100.303 Kasus

“Prasyarat kedua adalah tersedianya layanan dan sistem kesehatan untuk menangani kasus COVID-19 baru. Prasyarat ketiga adalah kemampuan dalam melakukan pelacakan yang ditandai dengan kecukupan jumlah pelaksanaan testing,” kata Ma’ruf.

Berikutnya, Ma’ruf mengingatkan pentingnya perubahan perilaku masyarakat. “Keempat, perubahan perilaku masyarakat yang tidak bisa ditawar dalam kondisi tatanan baru tersebut. Pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat dalam setiap kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat termasuk kewajiban memakai masker, physical distancing, selalu mencuci tangan, dan perilaku hidup sehat menjadi syarat utama,” ucap Ma’ruf.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here