BERBAGI
Wakil ketua MPR: PSBB Transisi Bukan Melonggarkan Protokol Kesehatan
Wakil ketua MPR: PSBB Transisi Bukan Melonggarkan Protokol Kesehatan

Pukat- Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie) menilai pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi menguji kedisiplinan masyarakat. Hal ini khususnya terkait protokol kesehatan.

“Masa transisi bukan berarti melonggarkan penerapan protokol kesehatan, tetapi memastikan setiap warga disiplin melaksanakan protokol kesehatan itu sendiri,” kata Rerie dalam keterangan tertulis, Jumat, (17/7).

Politikus NasDem itu menilai banyak masyarakat salah memahami PSBB transisi. Fase ini dianggap sebagai bentuk melepaskan kewajiban menjalankan protokol kesehatan covid-19.

  Update: Kasus Baru di Jakarta Capai 275 Kasus Per Hari Selasa 14 Juli 2020

“Ini harus segera diluruskan. Masa PSBB transisi adalah masa untuk memastikan apakah warga sudah disiplin menjalankan protokol kesehatan atau belum,” kata Rerie.

Tak heran, kelalaian masyarakat ini berdampak pada lonjakan kasus positif virus korona. Rata-rata peningkatan kasus baru seribuan per hari semenjak PSBB transisi diterapkan.

Dia mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperpanjang masa PSBB transisi hingga dua pekan. Kebijakan ini harus diikuti dengan pengawasan ketat serta sanksi tegas bagi pelanggar protokol kesehatan di masa pandemi virus korona.

  Update Covid-19, 4.031 Kasus Positif Baru

Dia juga berharap pemerintah daerah konsisten mengedukasi masyarakat. Imbauan harus terus diberikan hingga protokol kesehatan menjadi sebuah kesadaran umum.

Selain itu, Pemprov DKI harus bekerja sama dengan pemerintah daerah penyangga untuk mendisiplinkan warganya. Pasalnya, mayoritas pekerja di Ibu Kota bermukim di Bekasi, Depok, Bogor, dan Tangerang Raya.

“Jadi, kebijakan di wilayah-wilayah penyangga itu harus seirama dengan yang diterapkan DKI Jakarta,” ujar dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here