BERBAGI
Vonis 1 Tahun Penjara PN Manado Pada Penyerobot Tanah Frengky Tendean

Pukat – Kasus penyerobotan tanah milik Sientje Sumaraw akhirnya diputus, Rabu (20/5). Berlangsung di ruang Kartika Pengadilan Negeri (PN) Manado, terdakwa Frengky Tendean, divonis 1 tahun penjara.

Dalam persidangan yang diketuai Majelis Hakim Pransis Sinaga SH MH, bersama Hakim Anggota Denny Tulangow SH MH dan Imanuel Barru SH, terdakwa dinilai bersalah. Karena menjual tanah milik Sientje Sumaraw di Desa Koka, Kabupaten Minahasa. Tanah seluas 12×15 meter dijual ke Grace Tangkawarow, dan saat ini sudah dibangun rumah permanen, serta dijual sekira Rp32 juta. Dengan hanya berbekal surat kuasa dari saksi Hengky Kaunang, ahli waris Lie Ceng Lok.

Dalam persidangan, terungkap terdakwa diberikan surat kuasa oleh Hengky Kaunang untuk tanah yang terletak di daerah Teling Tingkulu. Bukan lahan di Koka. Sebab Hengky Kaunang, tidak memberikan kuasa di luar tanah yang ada di daerah Teling Tingkulu. Pun pemberi kuasa telah mencabut surat kuasa yang diberikan kepada terdakwa di kemudian hari.

  PDIP Usung Bobby Nasution dan Aulia Rahman di Pilwalkot Medan, Djarot: Sudah Siapkan Strategi Pemenangan

Sebelumnya, mejelis hakim menolak nota pembelaan terdakwa yang dibacakan penasehat hukumnya. Yang menyatakan terdakwa adalah korban. “Pendapat majelis hakim, bahwa terdakwa telah mengetahui atau harus berusaha mengetahui bahwa tanah ini adalah milik orang lain. Dan pembelaan kuasa hukum terdakwa melalui nota pembelaan harus dikesampingkan,” terang Sinaga.

Lanjutnya, perbuatan terdakwa harus dinyatakan bersalah. Dan menjatuhkan hukuman 1 tahun penjara kepada terdakwa. “Menurut majelis hakim, perbuatan terdakwa adalah tercela. Maka terdakwa harus dinyatakan bersalah. Dan konsekuensinya harus dijatuhi pidana. Menyatakan terdakwa bersalah, mempidana dengan hukuman penjara 1 tahun, dengan menetapkan barang bukti. Juga membayar biaya perkara sekira Rp5 ribu. Ini putusan Pengadilan Negeri Manado,” tegasnya, seraya menambahkan dalam tempo tujuh hari, silahkan terdakwa juga Jaksa mengajukan sikap.

  Mumtaz Rais Minta Maaf Kepada Garuda dan Wakil Ketua KPK

Sientje Sumaraw yang terus mengikuti persidangan menegaskan, di lahan miliknya sekira 3,9 hektare di Desa Koka itu, sudah ada beberapa bidang yang sempat dijual.

Penjualan tanpa sepengetahuannya,
padahal merupakan pemilik yang sah. “Kita akan lanjut lagi. Sebab sudah banyak yang dibangun rumah. Bukan hanya si Grace. Waktu pelaporan pertama, sekira 3 tahun lalu, baru si Grace yang sementara membangun. Juga sudah sempat dijual ke orang lain. Sudah ada empat yang dibuat rumah saat ini. Yang lain baru hanya dibeli,” tegasnya.

“Ini perbuatan orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Sebetulnya saya masih kurang puas dengan putusan ini. Sebab sesuai KUHP 385, maksimal 4 tahun penjara. Sebab dilihat dari bukti-bukti, jelas dia (terdakwa) bersalah,” ungkapnya.

  Mendagri Tito Ingatkan Calon Peserta Pilkada untuk Patuhi Protokol Kesehatan Saat Pendaftaran

Dia berharap agar ke depan tidak terjadi lagi kasus penyerobotan tanah oleh orang-orang tak bertanggungjawab. Baik di Manado maupun di kabupaten/kota lain se-Sulut. “Semoga kejadian yang saya alami ini, tidak terjadi pada orang lain,” katanya.

Selain itu, Sientje Sumaraw berharap pemerintah dan penegak hukum supaya benar-benar dapat menjamin hak pemilik tanah, terutama yang telah memiliki surat kepemilikan sah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here