BERBAGI
Kalung Anti Virus Corona, Fadjry djufry: Ini Aksesoris Kesehatan, Ini Bukan Jimat
Kalung Anti Virus Corona, Fadjry djufry: Ini Aksesoris Kesehatan, Ini Bukan Jimat

Pukat- Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay mengomentari rencana Kementerian Pertanian (Kementan) bakal memproduksi massal kalung antivirus Corona. Pasalnya, penelitian terhadap kalung tersebut dinilai belum teruji ampuh sebagai penangkal Corona.

“Menurut saya, hasil penelitian Kementan tersebut masih perlu diuji lebih lanjut lagi. Pasalnya, penelitian tersebut dinilai belum benar-benar terbukti ampuh sebagai antivirus Corona. Apalagi, masih ada beberapa lembaga penelitian dan peneliti yang meragukan efektivitas bahan eucaplyptus tersebut,” kata Saleh kepada wartawan, Sabtu (4/7).

Saleh menilai penelitian dari Kementan yang belum teruji ini nantinya bisa menjadi bumerang jika hanya sekadar klaim ampuh mencegah Corona.

“Kalau benar Kementan menemukan antivirus Corona, tentu itu sangat membanggakan. Namun jika klaim antivirus Corona itu nanti ternyata tidak terbukti, bisa jadi akan ada penilaian tidak baik,” ucap Saleh.

  Peneliti dari UGM temukan 4 Mutasi Virus Corona di Yogyakarta dan Jawa Tengah

Sebelumnya, Kementerian Pertanian (Kementan) melaunching inovasi antivirus corona, berbasis eucalyptus di ruang utama Agriculture War Room (AWR). Produk inovasi ini merupakan hasil uji lab para peneliti pertanian yang dinilai mampu menangkal penyebaran virus.

Produk dikemas dalam bentuk kalung dan akan diproduksi massal bulan Agustus mendatang. Produk yang diklaim sebagai ‘antivirus’ Corona ini akan diproduksi Kementerian Pertanian.

“Ini antivirus hasil Balitbangtan, eucalyptus, pohon kayu putih. Dari 700 jenis, 1 yang bisa mematikan Corona hasil lab kita. Dan hasil lab ini untuk antivirus. Dan kita yakin. Bulan depan ini sudah dicetak, diperbanyak,” kata Mentan Syahrul Yasin Limpo usai menemui Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (3/7).

Syahrul juga mengatakan kalau produksi tidak berupa kalung tetapi juga berbentuk inhaler, roll on, salep, hingga defuser.

  Kemarin, Kementan Memasukkan Ganja Sebagai Tanaman Obat Binaan Pertanian, Sekarang Dicabut Lagi

“Bahkan Balitbangtan membuat beberapa prototipe eucalyptus dengan nano teknologi dalam bentuk inhaler, roll on, salep, balsem, dan defuser. Kami akan terus kembangkan dengan target utamanya korban terpapar virus covid 19,” ujar Syahrul.

Sebagai informasi, saat ini ada sekitar 700 jenis eucalyptus di dunia dengan kandungan bahan aktif yang beragam. Namun bahan aktif utamanya terdapat pada cineol-1,8 yang memiliki manfaat sebagai antimikroba dan antivirus.

“Insya Allah ini akan berhasil. Oleh karena itu tidak ada alasan untuk takut terhadap virus ini, tetapi kita juga harus terus waspada. Saya berharap inovasi ini bisa cepat dibagikan kepada masyarakat luas,” lanjut Syahrul Yasin Limpo.

Syahrul mengatakan, jika kalung ‘antivirus’ ini dipakai selama 15 menit maka bisa membunuh 42% virus Corona. Produk lain dari minyak atsiri yang dikembangkan Balitbangtan dikemas dalam bentuk roll on.

  Presiden Jokowi Wanti-Wanti Gubernur Seluruh Indonesia Untuk Bisa Tekan Laju Sebaran Covid-19

“Ini sudah dicoba. Jadi ini bisa membunuh, kalau kontak 15 menit dia bisa membunuh 42% dari Corona. Kalau dia 30 menit maka dia bisa 80%. Ini ada roll-nya. Kalau kita kena iris pisau, berdarah, kasih ini bisa tertutup lukanya,” terang Syahrul.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here