BERBAGI
Soal Amburadulnya POP Nadiem JPPI: Pendidikan Kita Bukan Perusahaan Komersial
Soal Amburadulnya POP Nadiem JPPI: Pendidikan Kita Bukan Perusahaan Komersial

Pukat- Koordinator Nasional Jaringan Pengawas Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji menilai Program Organisasi Penggerak (POP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak jelas tata kelola. Sehingga wajar sejumlah organisasi masyarakat seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah mundur dari program itu.

Bahkan, Persatuan Guru RepubIik Indonesia (PGRI) sebagai organisasi ‘penggerak’ para guru pun ikut-ikutan mundur dari program tersebut.

  Jokowi dalam Sidang Tahunan MPR RI: Mestinya Media Tidak Berlomba Mencari Klik dan Like Saja

“Mas menteri (Nadiem Makarim) ini maunya apa? Mau memperbaiki kualitas pendidikan dan memcerdaskan kehidupan bangsa atau komersialisasi dan industrialisasi ala perusahaan-perusahaan besar swasta yang ikut dalam pop ini?” ujar Ubaid dilansir SINDOnews, Rabu (29/7).

Ubaid menganggap kebijakan POP ini kesalahan sejarah pendidikan di Indonesia. Ia melihat jika pemerintah dalam hal Kemendikbudk ingin memperbaiki kualitas pendidikan maka yang didorong adalah soal data pendidikan, bukan berdasarkan usulan proposal.

  Mengurangi Ketergantuangan Konsumsi Beras, Ma’ruf Amin: Kampanyekan Penganekaragaman Pangan

Maka itu, ia meminta kepada Mendikbud Nadiem Makarim untuk tak main-main dalam mengelola pendidikan kita. Ia menegaskan, masalah pendidikan bukan perusahaan komersil yang berorientasi pada profit, lebih dari itu pendidikan menyangkut karakteristik generasi bangsa.

“Kita mengimbau mas menteri hentikan POP ini, karena sudah menyimpang dari tujuan pendidikan,” tegas Ubaid.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here