BERBAGI

Pukat – Sabu dari Malaysia tak henti-hentinya dipasok sindikat narkoba internasional ke Provinsi Riau. Daerah pesisir, seperti Bengkalis, Kota Dumai dan Rokan Hilir menjadi pilihan karena garis pantai panjang di daerah tersebut.

Kota Pekanbaru selalu menjadi tujuan edar atau sebagai transit ke Medan, Sumatra Utara hingga Pulau Jawa. Hal ini membuat Badan Narkotika Nasional (BNN) menjaga ketat daerah itu bekerjasama dengan Polda Riau, Bea Cukai hingga TNI Angkatan Laut.

Sejak Sabtu lalu, 13 Juni 2020, BNN menyebut sudah ada 50 kilogram sabu gagal beredar. Penangkapan dilakukan di Bagansiapiapi, Rokan Hilir, serta tengah laut antara Bengkalis dengan Kota Dumai.

  Ini Alasan Quatararo Gagal Raih Podium di MotoGP Ceko 9 Agustus 2020

Di Rokan Hilir, BNN menangkap dua tersangka dengan barang bukti 20 kilogram sabu. Serpihan putih berbentuk kristal itu baru saja masuk dari Malaysia menggunakan kapal dan dijemput memakai perahu di tengah laut.

Menurut Deputi Berantas BNN Irjen Arman Depari, sindikat narkoba internasional biasanya memanfaatkan jasa nelayan. Perahu nelayan disewa lengkap dengan peralatan tangkap ikan untuk mengelabui petugas.

Sampai di darat, kurir menjemput sabu untuk disimpan di gudang. Barang baru dikeluarkan jika ada perintah membawa dari bandar atau sudah ada pembelinya.

  Menang atas Granada, Real Madrid Berhasil capai 9 Kemenangan Beruntun

“Dua orang akhirnya tertangkap di depan sebuah hotel di Bagansiapiapi ketika membawa sabu dimaksud,” kata Arman.

Dari dua tersangka berinisial MR dan AS, petugas menyita 20 kilogram sabu yang disimpan dalam mobil. Sabu itu dikemas menggunakan plastik kuning keemasan.

Hingga kini, BNN masih mengejar atasan keduanya, termasuk pemesan sabu di Pekanbaru.

Selanjutnya, di Kota Dumai pada hari yang sama, tambah Arman, pihaknya bersama Bea Cukai dan TNI AL menyita 30 kilogram sabu. Barang haram itu baru masuk dari Malaysia untuk dibawa dari Bengkalis ke Kota Dumai.

Ada dua tersangka dalam kasus narkoba ini, masing-masing berinisial RS dan MY. Keduanya memakai speedboat dan nekat menabrak kapal petugas yang mengejar.

  BPBD Bondowoso Menggandeng Komunitas Paralayang Untuk Patuh Protokol Kesehatan

“Speedboat mereka tenggelam, ada satu orang yang lolos setelah menceburkan diri ke laut,” ucap Arman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here