BERBAGI

Pukat – Dalam waktu dekat, Komisi III DPR RI akan meminta penjelasan Jaksa Agung terkait dengan pengusutan kasus dugaan korupsi penyalahgunaan kewenangan dalam importasi tekstil pada Dirjen Bea dan Cukai tahun 2018-2020. Pemanggilan ini bagian dari tugas dan kewenangan DPR dalam konteks pengawasan.

” Tidak ada ruang bagi siapa pun untuk bermain atau mengambil keuntungan dari giat-giat penegakan hukum yang dilakukan oleh institusi Kejaksaan Agung maupun Polri. Semoga ini menjadi pembelajaran dan menjadi angin segar bagi para pencari keadilan dan para pengusaha yang beritikad baik,”kata Anggota Komisi III DPR, Arteria Dahlan di Jakarta, Kamis (4/6).

Komisi III DPR RI juga lanjut Arteria, sudah meminta Institusi Kejaksaan Agung dan Polri untuk berdisiplin dan tegak lurus untuk mewujudkan misi suci ini. Negara dan institusi negara tidak boleh kalah oleh pengusaha-pengusaha nakal yang kongkalikong dengan oknum-oknum tertentu yang menggunakan kewenangan negara secara melawan hukum.

” Kembali saya ingatkan bahwa Ini baru satu importir, di satu sektor dan di satu wilayah, masih banyak lagi yang dapat dimintakan pertanggungjawaban hukumnya atau paling tidak klarifikasi publiknya,” katanya.

  Anaknya Disiksa dengan Diseret dan Ditampar Menggunakan Sandal, Bapak Ini Diamankan Polisi

Oleh karena itu penjelasan dari Jaksa Agung, menurut Arteria diperlukan, khususnya untuk memperoleh informasi sejauh mana penanganan perkaranya serta keberanian kejaksaan untuk melakukan pengusutan secara tuntas dugaan adanya tindak pidana korupsi dalam proses import tekstil pada tanggal 2 Maret 2020 atas temuan fakta 27 kontainer milik PT. FIB dan PT. PGP.

” Jaksa Agung harus menjelaskan ke publik, proses penegakan hukumnya sudah sejauh mana. Berapa banyak saksi-saksi yang telah diperiksa. Berapa banyak yang sudah dinaikkan statusnya sebagai tersangka. Kita harus usut tuntas sampai ke beneficial owner dari praktik koruptif seperti ini. Perbuatan mereka ini kan secara terang-terangan telah menginjak-injak hukum negara dan kedaulatan republik,” ujarnya.

Kata dia, setidaknya ada 5 hal yang akan dimintakan penjelasan dari Jaksa Agung. Pertama, terkait temuan ketidaksesuaian mengenai jumlah dan jenis barang antara dokumen PPFTZ-01 keluar dengan isi muatan hasil pemeriksaan fisik barang oleh Bidang Penindakan dan Penyidikan KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok. Juga terdapat terdapat kelebihan fisik barang dan pemanfaat instrument safeguard, masing-masing untuk PT. PGP sebanyak 5.075 roll dan PT. FIB sebanyak 3.075 roll. Kedua, perbuatan ini bukan perbuatan pertama kali yang dilakukan oleh importir tersebut. Ini telah dilakukan berulang-ulang kali, bahkan terdapat pula permasalahan yang serupa pada pengiriman sebelumnya.
Ketiga, perbuatan ini dilakukan disaat negara sedang kesulitan mengurus jaring pengaman sosial di saat pandemik Covid-19.

  Viral Foto Tersangka Irjen Napoleon dan Prasetijo Makan Siang Bareng JPU Tak Pakai Baju Tahanan

” Jadi saya juga ingin mintakan klarifikasi dari Jaksa Agung terkait kemungkinan diterapkannya ketentuan pidana mati sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (2) UU Tipikor. Keempat, terkait strategi penegakan hukum, saya juga ingin meminta penjelasan kenapa hanya pejabat bea cukai pada lapis awah saja yang diperiksa dan dilakukan penggeledahan. Saya rasa itu belum cukup, merekan kan aktor yang diduga hanya bermain di permukaan, masih ada dan banyak lagi aktor-aktor lainnya, termasuk aktor intektual dan beneficial ownernya,” katanya.

  KPI Mendukung Gugatan RCTI dan iNews Terkait UU Penyiaran Ke MK, Yuliandre Darwis: Harus Ada Kesetaraan

Kelima, ia ingin melihat bagaimana koordinasi dengan aparat penegak hukum lainnya dalam hal ini Bareskrim Polri, yang juga sudah menyelidik dari aspek dugaan pelanggaran Undang-undang Perdagangan dan Perlindungan Konsumen. Oleh karena itu, dirinya menginisiasi untuk memanggil Jaksa Agung secepatnya pada awal pembukaan masa sidang ini.

“Kalau perlu kita lakukan di masa reses ini pun tidak apa-apa, mengingat komisi III masih memiliki hak untuk melakukan kunjungan kerja di masa reses pada saat ini,” katanya. (GUS)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here