BERBAGI
Sektor Ekonomi Anjlok, Jokowi Dalam Pusaran Kegelisahan
Sektor Ekonomi Anjlok, Jokowi Dalam Pusaran Kegelisahan

Pukat- Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali utarakan kegelisahannya mengenai kondisi ekonomi, saat ini ekonomi Indonesia dalam keterpurukan baik berupa data atau fakta di lapangan.

Jokowi mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), kontraksi ekonomi global diprediksi mencapai -6% hingga -7,6%.

Dia mengatakan, kontraksi ekonomi sudah dialami oleh Indonesia di kuartal pertama. Di mana pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di angka 2,97%, turun dari yang biasanya 5%.

  Dibanding Negara Lain Ekonomi Indonesia Dinilai Lebih Bagus, Jokowi: Alhamdulillah

Menurutnya, jika hal ini dianggap sebagai hal yang biasa saja maka akan berbahaya. “Kalau kita ini tidak ngeri dan menganggap ini biasa-biasa saja, waduh, bahaya banget. Belanja juga biasa-biasa saja, spending kita biasa-biasa saja, enggak ada percepatan,” kata Jokowi dalam siaran Biro Pers Setpres, Jumat (10/7).

Presiden melanjutkan, jika angka di kuartal kedua belum keluar, Jokowi mengingatkan agar jajarannya berhati-hati mengingat terdapat penurunan permintaan, penawaran, dan produksi. “Semuanya, terganggu dan rusak. Ini kita juga harus paham dan sadar mengenai ini,” tegasnya.

  Teten Masduki Dorong UMKM Segera Masuk Pasar Digital

Kondisi ekonomi ini lanjutnya, dikarenakan mobilitas yang dibatasi. Akibatnya sektor riil menjadi anjlok.

“Pariwisata anjlok, hotel dan restoran langsung anjlok, terganggu. Mal ditutup, lifestyle anjlok, terganggu,” ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here