BERBAGI

PUKAT – Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengakui fraksinya di DPR mengusulkan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). Diketahui, Baleg DPR hanya menyebut RUU HIP adalah inisiatif dari DPR.

Hasto menegaskan, PDIP membuka ruang dialog dan musyawarah dengan semua pihak terkait RUU HIP. Dia menyebut RUU tersebut masih berupa rancangan sehingga dapat diubah.

“Makanya dengan adanya RUU yang kami usulkan, PDIP tentu saja membuka dialog,” kata Hasto.

  Catat! Ambang Batas Parlemen Disarankan Tetap 4%

Hasto menduga ada pihak yang sengaja menunggangi isu RUU HIP dengan menyebut PDIP ingin mengubah Pancasila. Salah satunya pasal yang dianggap ‘memeras’ Pancasila menjadi trisila dan ekasila.

“Hanya saja ada kepentingan-kepentingan politik yang kemudian menjadikan ini sebagai agenda politik seolah-olah PDIP mau mengubah dengan ekasila dengan trisila,” tegas Hasto.

Hasto menjelaskan ide soal trisila atau ekasila muncul ketika ketua BPUPKI Radjiman Widyoningrat meminta gagasan Proklamator Soekarno terkait dasar negara. Bung Karno sapaan Soekarno menawarkan tiga alternatif yakni pancasila, trisila atau ekasila.

  Megawati Soekarnoputri: Bendera Selalu Tegak! Seluruh Kader Siap Menjaganya

“Tidak etis mengatakan bahwa trisila ekasila bukan usulan dari PDIP, tetapi kita lihat bahwa itu dulu adalah suatu gagasan autentik dari Bung Karno,” ucap Hasto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here