BERBAGI

Pukat – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan 1,36% pekan ini, jika dibandingkan dengan posisi akhir pekan lalu di level 4.947,78, dengan saham-saham sektor properti bercokol menjadi saham yang terkoreksi paling buruk.

Menurut data RTI, tiga dari lima saham dengan koreksi terparah terjadi pada saham sektor property, yakni saham PT Ciputra Development Tbk (CTRA), saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), dan saham PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS). Ketiganya terkoreksi sebesar -9,3%, -7,9%, dan -7,7%.

Sebaliknya saham yang masih berhasil menguat terutama adalah saham lapis kedua dan ketiga yang sebelumnya terkoreksi seperti misalnya saham PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN), PT Krakatau Steel Tbk (KRAS). Saham PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) juga meroket usai pengumuman rencana akuisisi oleh Hankook Bank.

  Presiden Jokowi: 99% Kebakaran Hutan Akibat Ulah Manusia

Sektor properti sempat menguat pada pekan lalu menyusul rencana pemberlakuan Badan Pengelola (BP) Tapera (Tabungan Perumahan Rakyat). Peraturan Pemerintah (PP) resmi diteken pada Mei dan baru dipublikasikan dalam pekan pertama Juni, yang berujung pada kenaikan harga saham properti.

Sekilas peraturan yang baru tersebut terdengar menguntungkan sektor properti karena memaksa karyawan menyisihkan gajinya untuk dikelola BP Tapera, yang akan digunakan membangun perumahan. Akibatnya, saham sektor tersebut pun menguat.

  Pengembang Kembali Hadirkan Properti Bertaraf Internasional

Namun, yang tak banyak diperhatikan adalah bahwa BP Tapera menggarap perumahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sehingga margin keuntungan yang dinikmati para pengembang properti pun terbatas.

Tidak heran, aksi ambil untung langsung menerpa, terutama ketika terjadi lonjakan pasien Covid-19 yang memicu kekhawatiran ekonomi bakal tertekan lebih lama lagi karena penundaan pencabutan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Sebaliknya, saham KREN naik setelah terkoreksi sebesar 120% sepanjang tahun berjalan (year to date/YTD). Pemodal pun melakukan pembelian di posisi terendahnya yang bahkan hanya menolong memangkas koreksi YTD menjadi -66,6% dan bukannya terangkat ke teritori positif.

  Dinilai Jadi Penggerak Ekonomi Nasional, Pengembang Minta Keringanan Pajak

Saham BBKP menguat setelah bank asal Korea Selatan yakni Kookmin Bank bakal mengakuisisi 51% saham perseroan dan membantu memperbaiki likuiditasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here