BERBAGI
Saat Pandemi, Sri Mulyani: Teknologi Menyelamatkan Ekonomi
Saat Pandemi, Sri Mulyani: Teknologi Menyelamatkan Ekonomi

Pukat- Pemerintah memandang masa krisis sekarang ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan reformasi dengan pemanfaatan teknologi. Apalagi keadaan usai covid-19 masih belum bisa dipastikan hingga vaksin ditemukan.

“Semua ini akan dapat dilakukan karena saat ini teknologi berperan penting dalam kehidupan masyarakat luas,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dalam keterangan resminya, di Jakarta, Rabu, (8/7).

Sri Mulyani menyebut covid-19 telah memengaruhi masyarakat hingga level akar rumput. Teknologi dapat menyelamatkan sebagian ekonomi dengan konversi offline ke online business atau e-commerce, yang berpotensi dapat menyumbang tax revenue.

  Ma’ruf Amin Minta Sri Mulyani Siapkan Anggaran Pembebasan Lahan 60 Hektar dalam Pembangunan Kampus UIII

Untuk itu, pemerintah fokus dalam mendukung sektor prioritas yaitu kesehatan, perlindungan sosial, dan sektor riil, terutama Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Namun demikian, masih terdapat kendala terbesar terkait data per orang maupun data UMKM terdampak.

“Oleh karena itu, pembaharuan data penting untuk dilakukan selaras dengan pemanfaatan teknologi. Misalnya dalam hal data perpajakan, teknologi dapat meningkatkan tax compliance dengan kemudahan menyampaikan SPT secara online serta kecepatan dan ketepatan proses tax return,” ungkapnya.

  Pemprov Jatim Andalkan Industri Manufaktur dan UMKM untuk Bangkitkan Ekonomi

Pada masa krisis covid-19 inilah, lanjut dia, perubahan menuju arah perbaikan harus dilakukan. Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi untuk dapat meningkatkan produktivitas dengan mengurangi waktu perjalanan ke kantor atau dengan bekerja dan rapat secara online.

Menyadari efektifnya teknologi dalam menjembatani interaksi dan kolaborasi berjarak, di dalam organisasi Kementerian Keuangan sendiri, Sri Mulyani telah membentuk sebuah gugus tugas untuk melakukan transformasi.

“Sekarang kita akan membuat pola work from home untuk permanen. Kita sedang merumuskan pola flexible working space juga. Intinya kami akan menghilangkan proses bisnis yang tidak efektif. Dan ini harus bisa kita lakukan saat ini juga, saat ada krisis,” pungkas dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here