BERBAGI
Penggunaan Kantong Plastik di Jakarta Resmi Berlaku Mulai Hari Ini
Penggunaan Kantong Plastik di Jakarta Resmi Berlaku Mulai Hari Ini

Pukat- Pemerintah Provensi (Pemprov) DKI Jakarta memberlakukan pelarangan penggunaan kantong plastik sekali pakai mulai berlaku hari ini, Rabu (1/7).

Pelarangan ini diberlakukan di pusat-pusat perbelanjaan, mulai dari toko swalayan hingga pasar rakyat. Untuk itu, jangan lupa membawa kantong belanja ramah lingkungan ketika berbelanja hari ini samapai seterusnya.

“Pemprov DKI Jakarta melarang penggunaan kantong belanja plastik sekali pakai di tempat-tempat tersebut,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih dalam keterangan tertulis.

Adapun larangan tersebut diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan, dan Pasar Rakyat.

  Pemprov DKI Kembali Perpanjang PSBB Transisi selama 14 Hari

Pemprov DKI akan memberikan insentif bagi pengelola yang memberlakukan aturan itu. Sementara itu, pengelola yang melanggar akan diberikan sanksi.

Jika aturan itu tak dipatuhi, pengelola akan dikenai sanksi berupa teguran tertulis, denda, atau uang paksa.

Pelarangan kantong plastik sekali pakai juga membuat beberapa pusat perbelanjaan seperti Pasar Jaya mewanti-wanti para pedagang pasar.

Direktur Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin mengatakan, sejak awal tahap sosialisasi sudah dilakukan agar pedagang dan pengunjung pasar lebih memahami aturan pelarangan kantong sekali pakai tersebut.

  Terkait Kendala Belanja Penangan Covid-19, Sri Mulyani: Beberapa Menteri Masih Baru, Belum Benar-Benar Paham Birokrasi

“Sesuai tahapan maka per 1 Juli 2020 para pimpinan wilayah baik manajer dan kepala pasar agar mengawasi aktivitas pelarangan kantong plastik sekali pakai di area pasarnya, karena memang sudah jauh hari kita lakukan sosialisasi,” kata Arief dalam keterangannya, Selasa (30/6/2020).

Pengawasan diperlukan karena pasar tradisional menjadi salah satu sektor yang difokuskan, yang berkontribusi besar menghasilkan sampah di DKI Jakarta.

  Warga DKI Dihebohkan Adanya Dentuman, Terdengar Hingga Bekasi

Dia mengklaim, pasar tradisional di Ibu Kota telah menghasilkan 600 ton sampah.

“Jika pelarangan kantong sekali pakai ini dilaksanakan maka akan sangat signifikan mengurangi sampah,” ujarnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here