BERBAGI
Pengembang Menghapus Agen Tunggal, Kosultan: Bukan 'Spanding' yang Dibutuhkan

Pukat- Konsultan properti menilai pengembang apartemen perlu untuk menggenjot pemasaran melalui cara-cara yang nonkonvensional seperti melalui daring untuk meningkatkan penjualan produk properti mereka di tengah melemahnya ekonomi imbas pandemi.

“Beberapa pengembang sudah memulai channel online (saluran daring) dan itu cukup membantu meski belum signifikan,” kata Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto di Jakarta, Rabu (7/10).

Hal itu penting, kata dia, terlebih sejumlah daerah seperti di wilayah DKI Jakarta pada saat ini kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid II.

  Di Tengah Pandemi, Hunian Swan City Mengalami Peningkatan

Ferry mengemukakan beberapa pengembang pada saat ini sudah melakukan kebijakan tersebut seperti mulai membuat alokasi anggaran khusus guna promosi secara daring.

Selain itu dalam rangka meningkatkan penjualan unit apartemen, ujar dia, juga banyak yang menghapus ikatan penjualan properti dengan sole agent (agen tunggal) sehingga akan semakin banyak pihak yang berupaya menjajakan produk unit apartemen mereka.

“Bahkan ada proyek yang menaikkan komisi bagi agen,” katanya. Ia menambahkan dengan adanya PSBB kembali maka kunjungan ke galeri pemasaran semakin terbatas karena biasanya harus perjanjian terlebih dahulu menyelaraskan dengan protokol kesehatan.

  Dinilai Jadi Penggerak Ekonomi Nasional, Pengembang Minta Keringanan Pajak

Menurut dia, proyeksi pertambahan pasokan apartemen pada tahun 2020 ini sangat berkurang drastis yang ditandai tidak adanya proyek baru yang diluncurkan atau diperkenalkan ke publik pada kuartal III-2020 ini.

Ia juga mengungkapkan bahwa tingkat serapan apartemen diperkirakan masih akan tetap stagnan sampai akhir tahun karena kondisi perekonomian yang belum pasti yang membuat konsumen menjadi ragu-ragu.

Padahal, Ferry juga mengakui bahwa telah banyak insentif yang ditawarkan pengembang kepada calon pembeli, tetapi insentif tersebut dinilai hanya akan efektif kepada konsumen segmen kelas atas.

  IHSG Rebound 117 Poin Ke 5134 Pada Senin Siang, Bidang Properti Tembus 5,4 Persen

“Prioritas konsumen sekarang bukan spending (pengeluaran) untuk properti,” kata Ferry Salanto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here