BERBAGI
Pemprov DKI Tiadakan SIKM, Dinas Perhubungan DKI: Tidak Efektif
Pemprov DKI Tiadakan SIKM, Dinas Perhubungan DKI: Tidak Efektif

Pukat- Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo memastikan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) Jakarta sudah tak berlaku. Peniadaan SIKM lantaran pengawasan tidak maksimal.

“Warga yang masuk dengan kendaraan pribadi bebas masuk Jakarta tanpa SIKM melalui jalan-jalan akses yang tidak diawasi,” beber Syafrin dalam keterangan pers, Jumat, (17/7).

Dia mengakui pemberlakuan SIKM efektif pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Apalagi, saat larangan mudik pada periode Mei-Juni 2020.

  Jokowi Dorong PBB Bisa Kerja Sama Tangani Covid-19 dan Perkuat Dampak Sosial Ekonomi

Namun, efektivitasnya menurun ketika memasuki masa PSBB transisi dan larangan mudik dicabut. Selain itu, titik pemeriksaan SIKM makin sedikit. Pemeriksaan hanya di simpul-simpul transportasi, seperti terminal, stasiun, bandara, serta di beberapa ruas jalan.

“Akibatnya, penumpang angkutan umum menurun drastis dan terjadi pelanggaran di mana banyak angkutan umum AKAP yang menurunkan penumpang di wilayah Bodetabek (Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi),” tutur dia.

  Soal Kampung Akuarium, Anies Baswedan: Kami Ingin Seluruh Warga Memiliki Hunian Layak

Kesadaran warga mengurus SIKM juga menurun. Pihaknya mencatat pada 15 Mei-24 Juni 2020 total 1.238.832 pengguna mengakses perizinan SIKM.

Sementara, hanya 36.660 pengguna mengakses perizinan SIKM pada 10 Juli 2020. Angka tersebut semakin turun hingga pertengahan Juli 2020.

Total, sebanyak 1.447.042 pengguna mengakses perizinan SIKM sejak pemberlakuan. Sebanyak 194.913 permohonan SIKM diterima, rinciannya 105.795 SIKM diterbitkan secara elektronik dan 89.118 permohonan SIKM dinyatakan ditolak/tidak disetujui.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here