BERBAGI

Pukat – Pemerintah mengaku sulit untuk menerapkan protokol kesehatan di seluruh pasar tradisional. Rendahnya kepatuhan untuk menjaga jarak membuat banyaknya temuan kasus positif Virus Corona atau Covid-19 di kluster pasar tradisional.

Deputi IV Kantor Staf Presiden (KSP) Bidang Informasi dan Komunikasi Politik, Juri Ardiantoro, mengatakan bahwa pasar tradisional sejak awal tidak ditutup saat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sebab, pemerintah sadar pasar menjadi sumber pemenuhan kebutuhan masyarakat.

“Social distancing di pasar ini memang sulit dikendalikan, kecuali ada beberapa pasar yang oleh pemerintah daerah dan pengelola pasar bisa dilakukan penyesuaian untuk adanya physical distancing, tapi di beberapa daerah belum bisa,” katanya dalam diskusi yang disiarkan akun YouTube MNC Trijaya bertajuk ‘New Normal Lintas Negara’, Sabtu (13/6).

Akibat belum sempurnanya penerapan protokol kesehatan maka penularan virus dengan mudah menyebar. “Jadi pasar sekarang menjadi salah satu concern pemerintah untuk dilakukan test,” tegasnya.

  Atlet Izin Ikut Pelatnas, Menpora Rampungkan Protokol Kesehatan Untuk Olahraga

Sebelumnya, klaster baru penyebaraan Covid-19 terjadi di tiga pasar tradisional di Kota Denpasar, Bali. Hal itu diketahuhi karena ada empat warga terkonfirmasi positif Covid-19 dari tiga pasar tersebut.

“Memang dalam tiga hari belakang ini. Kita temukan klaster baru yakni klaster pasar. Itu yang tekonfirmasi sudah ada tiga pedagang dan satu tukang suwun atau panggul yang terkonfirmasi positif Covid-19,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Denpasar, Dewa Gede Rai, di Kantor Wali Kota Denpasar.

Berlaku 15 Juni, Simak yang Wajib dan Tak Boleh Dilakukan di Pasar Tradisional DKI

Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Jaya memberlakukan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di lingkungan pasar traditional di DKI Jakarta. Protokol kesehatan guna meminimalisir penyebaran virus corona atau Covid-19 selama PSBB masa transisi.

  Pemkab Solok Selatan Membuat Protokol kesehatan di Kolam Renang dan Pemandian Air Panas

Sebagai catatan, untuk operasional pasar induk tetap diperbolehkan buka selama 24 jam dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Berikut 10 poin protokol kesehatan di pasar tradisional naungan Pasar Jaya yang akan mulai berlaku pada Senin 15 Juni nanti:

1. Pemberlakuan pembatasan jam operasional aktivitas pasar pukul 06.00-14.00

2. Pengecekan suhu tubuh oleh petugas pasar. Pengunjung dengan suhu tubuh di atas 38 derajat celcius dilarang memasuki area pasar

3. Bagi pengunjung lansia (usia rentan), balita, dan ibu hamil sangat tidak disarankan berkunjung ke area pasar

4. Bagi para pengunjung, pedagang, dan karyawan di lingkungan pasar wajib memakai masker. Pedagang wajib menggunakan pelindung wajah alias face shield

5. Wajib menjaga jarak aman minimal satu meter dan menghindari kerumunan di area pasar

6. Pengunjung, pedagang, maupun karyawan wajib mematuhi alur mobilitas sesuai rambu yang telah ditetapkan

  Pendaftaran Pasangan Calon Pilkada 2020 Dibuka Hari Ini, KPU Ingatakan Paslon Dilarang Bawa Massa dan lakukan Arak-Arakan

7. Biasakan mencuci tangan menggunakan sabun serta bilas bersih dengan air mengalir di tempat yang telah disediakan

8. Seluruh pedagang dilarang memajang/ mendisplay barang dagangan di area koridor

9. Laporkan kepada petugas di tempat, jika mendapati seseorang sakit dengan tanda atau gejala klinis Covid-19

10. Pemberlakuan kios buka ganjil-genap untuk pedagang non pangan. Pedagang bahan pangan tetap buka normal mengikuti ketentuan yang berlaku.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here