BERBAGI

PUKAT – DPP Gerindra mengecam ancaman yang dilakukan Kepala Biro Humas dan Protokoler Pemprov Sulteng, Haris Kariming terhadap Bendahara DPD Gerindra Ivan Abdillah Sijaya. Juru Bicara Gerindra, Habiburokhman menyebut ancaman itu tindakan preman.

“Kita akan cek dahulu seperti apa masalahnya. Kalau benar Pak Ivan diancam maka kami sarankan beliau untuk membuat laporan ke polisi. Setelah itu baru kami akan berkoordinasi dengan Polri agar laporan tersebut bisa diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” kata Habiburokhman, Rabu (24/6/2020).

Ia mengatakan ancaman pembunuhan itu adalah cara preman yang sepatutnya tidak boleh digunakan, apalagi dilakukan oleh pejabat negara.

  Modus Ganja Ditaruh di Dodol, Polres Metro Jakarta Barat Sita 75 Kg Ganja dan Membekuk 7 Pengedarnya

“Ancaman pembunuhan itu cara-cara preman yang nggak boleh digunakan. Kemarin setelah kaus John Kei Kapolri sendiri sudah bilang negara jangan kalah dari preman. Lah ini aparat negara jangan malah pakai cara-cara preman,” tegasnya.

Ia mengatakan Gerindra akan memantau perkembangan kasus yang telah dilaporkan ke Polda Sulteng. Menurutnya menyebut ancaman itu harus diselesaikan secara hukum.

“Bagus kalau sudah melapor, kita selesaikan secara hukum. Kami nggak akan buat laporan tersendiri di Mabes, cukup pantau yang di Sulteng saja,” ungkapnya.

  40 Lebih Saksi Telah Diperiksa, TGPF Intan Jaya: Kami Merasa Sudah Maksimal

Diketahui, sebuah video Haris Kariming, mendatangi rumah Ivan Abdillah Sijaya. Dalam video yang berdurasi 2 menit 45 detik itu, Haris Karimin mengajak Ivan Abdillah Sijaya untuk saling bunuh.

“Pak Ivan sudah ancam saya, mau bunuh saya, Pak Ivan sudah WA saya,kasih keluar Ivan, kalau dia laki-laki kasih keluar baku bunuh (saling bunuh) kita sekarang, kasih tahu Ivan jangan ancam-ancam saya di WA. Saya sekarang datang ke mari. Jangan ancam mau tembak saya, saya sudah pake kebal dengan peluru,” kata Haris di video tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here