BERBAGI

Pukat – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengingat Pemerintah Daerah agar krisis kesehatan akibat pandemi Covid-19 tidak memicu efek domino yang serius ke sektor lain. Karena itu, penanganan dan penanggulangan Covid-19 mesti terukur dan komprehensif. Penyelamatan kesehatan masyarakat tetap diutamakan. Tapi juga, masalah ekonomi dan sosial juga mesti tetap dijaga.

” Social safety net ini untuk menjaga jangan sampai dari krisis kesehatan terjadi efek domino, terjadi ke krisis ekonomi kemudian krisis keuangan itu terjadi, jangan sampai menabrak domino berikutnya yaitu krisis sosial,” kata Tito, dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Minggu (24/5).

Sebab jika sudah terjadi krisis sosial, kata dia, masyarakat akan resah. Sementara di sisi lain, saat ini sudah banyak terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Tentu, jika ini tidak ditangani dengan baik, akan mengarah kepada maslah sosial. ” Nah krisis sosial dapat mudah sekali bergulir menjadi krisis keamanan, rusuh, perampokan kejahatan dan lain-lain,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, agar itu tak terjadi harus dijaring dengan pengamanan sosial, salah satunya lewat social safety net atau jaring pengaman sosial. Bentuk konkritnya diantaranya dalam bentuk bantuan sosial. Terkait ini, pemerintah pusat sendiri sudah mengalokasikan dengan berbagai skema. Demikian juga dengan Pemerintah Provinsi.

  Panglima TNI Ungkap Kematian Akibat COVID-19 Dua Kali Lipat Perang Vietnam

” Pemda (Pemerintah Daerah) juga dengan adanya aturan yang kita keluarkan dapat mengalokasikan. Tapi memang perlu ada sinkronisasi antara social safety net di tingkat pusat, bansos terutama , tunai maupun nontunai dari pusat, provinsi dan daerah dan juga desa, karena ada juga dana desa,” katanya.

Tidak lupa, Mendagri juga mengingatkan pentingnya menjaga agar perekonomian tidak mati. Karena itu, ia minta Pemda agar menginventarisir agar ekonomi itu tetap hidup, baik ekonomi yang usaha besar dan berskala nasional, dimana di Bekasi itu banyak sekali, maupun yang skalanya menengah dan kecil.

” Jangan sampai mereka mati, karena ini akan merusak dan memutus suplai. Kita berusaha memutus rantai penularan tapi terputus rantai yang lain, logistic, yang bisa mempengaruhi banyk orang juga, sama masalahnya nanti. Kemudian UMKM , dan usaha-usaha mikro, ini perlu diberikan bantuan, memang ya tahu berat, berat memang menjadi pimpinan saat ini. Pimpinan daerah juga berat, semua lini berat. Karena tadi, mengelola keuangan kan bagaimna pendaptan lebih banyak daripada belanja, sekarang tidak, sudah pendaptannya berkurang, belanjanya bertambah untuk memberikan subsidi-subsidi, bantuan-bantuan sosial, tunai nontunai, dan juga bantuan-bantuan usaha terutama kepada usaha kecil menegah dan mikro,” tutur Mendagri panjang lebar.

Mendagri menambahkan, jika mereka, para pelaku usaha ini tidak bekerja, tentu akan repot juga. Pun, jika masyarakat tidak bekerja. Akan timbul masalah seperti gangguan keamanan dan lain-lain. Maka, ini tantangan yang dihadapi sekarang. Tantangan yang mesti dikelola dan dijawab oleh para pemimpin di semua level. Karena bagaimanapun, pemimpin yang kuat itu diujinya bukan di masa aman, tapi justru di masa krisis.

  Ma'ruf Amin Ungkap Usia 15-35 Tahun Rentan Penyalahgunaan Narkoba

” Silahkan keluarkan semua jurus silat yang ada ini. Semua sangat tergantung dari inovasi, kreativitasnya masing-masing pemimpin. Ada yang panik, bingung ada, ada juga yang mampu mengelola dengan baik. Memang banyak problem, bansos misalnya mengelola puluhan juta orang tidak gampang, mensinkronkannya juga tidak gampang juga. Di sini harus banyak dikreasi yang dikerjakan oleh teman-teman pimpinan daerah termasuk desa-desa,”

Yang penting, menurut Mendagri adalah niatnya yakni tidak ada niat untuk melakukan korupsi. Itu yang penting. Mendagri juga menyampaikan, bahas masalah Covid-19 ini, tidak tahu kapan akan selesai. Yang jelas, masalah ini akan selesai tuntas, kalau vaksinnya sudah diketemukan. Atau saat obatnya juga sudah ada..

“Kalau obatnya ketemu itu adalah obat hanya untuk mengobati, mengobati dengan orang-orang yang lansia maupun mempunyai penyakit bawaan itu memiliki resiko tinggi tetap, meskipun obat bisa mengurangi, tidak menyelesaikan,” katanya.

Ia sendiri melihat, penyebaran akan melandai sekitar bulan Juni, Juli atau Agustus. Di bulan itu, puncaknya musim panas di belahan bumi bagian utara. Sementara di selatan, mengalami musim dingin.

  Sri Mulyani: Ekonomi Pulih Pada Kuartal ke III

” Nah kita negara tropis sudah ditolong oleh Tuhan dengan sinar matahari. Cuma satu saja problem kita yatu kontak. Kontak fisik mau pun kontak dengan menggunakan objek-objek. Kita sudah ditolong oleh Tuhan. Penelitian di Amerika, 90 detik paling lama di luar di bawah sinar matahari dia mati, virus itu. Nah ini harus kita manfaatkan, mudah-mudahan kita tidak meledak seperti di Italia dan Spanyol. Mudah-mudahan tidak seperti itu. Kalau meledak cuma satu masalahnya, kita tidak disiplin dalam menjaga kontak, kontak jarak dekat, membuat kerumunana besar tanpa ada jarak, kemudian membuka bagian-bagian tubuh yang tempat masuknya menuju kesana yaitu mata hidung dan mulut, maka pakai masker, cuci tangan, dan kemudian jaga jarak” kata Mendagri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here