BERBAGI
Mematuhi Protokol Kesehatan, Ma’ruf Amin: kunci Pemulihan Ekonomi
Mematuhi Protokol Kesehatan, Ma’ruf Amin: kunci Pemulihan Ekonomi

Pukat- Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan bahwa pandemi Covid-19 telah membuat perekonomian nasional turut terdampak. Dengan demikian pemerintah telah melakukan pembukaan kembali aktivitas ekonomi yang sempat terhenti akibat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Untuk mendorong ekonomi agar kembali bergerak.

Menurut Ma’ruf, dalam pembukaan kembali aktivitas ekonomi di masa pandemi Covid-19 dilakukan dengan syarat tertentu. Adapun upaya ini dilakukan untuk kembali membuka secara selektif gerak roda perekonomian dan secara samaan menerapkan protokol pencegahan Covid-19 secara ketat.

“Inti tatanan baru adalah melakukan perubahan. Selain perubahan perilaku masyarakat terutama dalam hal kebiasaan menggunakan masker, jaga jarak dan sangat diperlukan perubahan dari sisi pelaku ekonomi agar lebih kreatif dalam menyediakan layanan dan inovasi produk yang tepat untuk kepentingan pencegahan Covid-19,” kata Maruf Amin saat menyampaikan Keynote Speech di acara Launching Buku Pandemi Corona: Virus Deglobalisasi, Masa Depan Perekonomian Global dan Nasional, Jakarta, Senin (13/7).

  Update: Kasus Baru di Indonesia Mengalami Peningkatan Mencapai 1.591 Kasus

Mantan Ketua Umum MUI ini menambahkan, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi juga dibutuhkan adanya gagasan baru dan sumbangan pemikiran konstruktif dari berbagai pihak yang sangat dibutuhkan saat ini.

Selain soal ekonomi Ma’ruf juga menyampaikan, untuk meringankan beban masyarakat akibat pembatasan pergerakan, pemerintah telah melakukan perluasan program bantuan sosial. Perluasan dilakukan baik dari segi peningkatan jumlah, manfaat dan luas cakupan masyarakat yang menerima bantuan beberapa program bantuan sosial.

  Pemprov DKI Kembali Perpanjang PSBB Transisi selama 14 Hari

“Termasuk perluasan PKH, perluasan cakupan program sembako juga dilakukan dari 15 juta keluarga penerima manfaat ditingkatkan menjadi 20 juta penerima manfaat dengan periode penyaluran dari maret sampai Desember 2020,” ujarnya.

Selain itu, terdapat beberapa program lain yang ditujukan untuk meringankan beban masyarakat terdampak Covid-19 seperti bantuan sosial tunai dan paket sembako untuk masyarakat di wilayah DKI Jakarta dan wilayah Bodetabek. Pemerintah juga telah mengalihkan sebagian dari dana desa untuk digunakan sebagai bantuan sosial tunai bagi masyarakat pedesaan.

“Pemerintah juga memberikan bantuan pembayaran rekening listrik untuk 31,1 juta pelanggan PLN kategori daya aparatur 450 VA dan 900 VA bersubsidi bantuan berupa penggratisan rekening listrik untuk 450 VA dan potongan 50 persen tagihan listrik untuk kategori 900 VA bersubsidi. Dengan program abntuan pembayaran rekening listrik ini masyarakat dapat mengalihkan dana mereka untuk belanja lainnya. Program ini juga mulai sejak april 2020 dan diperpanjang sampai september 2020,” ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here