BERBAGI

PUKAT – Partai Golkar angkat bicara mengenai desakan massa Persaudaraan Alumni (PA) 212 agar MPR menggelar sidang istimewa memberhentikan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Usulan itu disampaikan dalam aksi tolak RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP).

Partai Golkar menyebut permintaan itu tidak nyambung. “Jaka sembung alias tidak nyambung. Tidak ada kaitannya RUU HIP ini dengan Presiden Jokowi,” kata Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily, Kamis (25/6/2020).

  Tanggapi Aksi Tolak RUU HIP, Pimpinan DPR Akan Dengar Masukan

Menurut Ace, RUU HIP merupakan inisiatif DPR. Pembahasan pun sampai saat ini tidak dilanjutkan, karena Jokowi tidak mengirimkan utusan untuk datang membahas.

“RUU HIP ini kan jelas merupakan RUU inisiatif DPR. Ketika pemerintah tidak mengirimkan untuk ditindaklanjutinya dalam pembahasan, maka RUU HIP ini tidak bisa dilanjutkan pembahasannya. Jadi desakan untuk menggelar Sidang Istimewa kepada MPR untuk memberhentikan Presiden Jokowi jelas salah alamat,” ujar Ace.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here