BERBAGI
Masa Adaptasi New Normal, Perekonomian Kota Bekasi Meningkat
Masa Adaptasi New Normal, Perekonomian Kota Bekasi Meningkat

Pukat. Awal Juni 2020 atau sejak dimulainya masa adaptasi new normal, Perekonomian di Kota Bekasi, Jawa Barat kembali ada peningkatan.

Kegiatan ekonomi dan Sejumlah mal di Kota Bekasi kembali aktif. Hal itu berdampak positif atas pemasukan pajak bagi keuangan Kota Bekasi.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi, Teddy Hafni mengatakan adaptasi new normal mulai berdampak pada pemasukan daerah.

Pemasukan daerah tersebut antara lain dari pajak restoran, hotel, dan hiburan.

“Pandemi ini memang berpangaruh pada pemasukan pajak restoran, hotel, dan lainnya. Tapi awal Juni ini mulai ada lagi,” kata Teddy, pada Minggu (21/6).

Teddy mengungkapkan pada masa adaptasi new normal ini, pihaknya lebih utama mengejar target dari pajak restoran. Selain juga mengharapkan dari pajak hotel dan hiburan.

  Wapres Minta Penerapan New Normal di Daerah Disiapkan dengan Baik

Tenant-tenant rumah makan yang sebelumnya tutup atau hanya melayani take away hampir tiga bulan kembali beroperasi normal tapi dengan kebiasaan baru.

“Dari restoran ini target pajaknya senilai Rp 397 miliar, kita maksimalkan dari sini karena yang lebih memungkinkan di masa adaptasi new normal ini,” paparnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Bekasi belum mengadakan car free day (CFD) di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan, pada Minggu 21 Juli 2020. Akan tetapi warga memadati kawasan CFD tersebut.

Berdasarkan data, perolehan pajak restoran di tri wulan pertama (Januari-Maret) mencapai Rp 81,7 miliar artinya selama sebulan rata-rata pendapatan dari sektor itu sebesar Rp 27 miliar lebih.

  Bank Bukopin Apresiasi Calon Pemegang Saham dan Pengendali Baru

Sedangkan di tri wulan kedua sampai dengan 19 Juni, realisasi pendapatan dari pajak restoran hanya sebesar 30,8 miliar, menurun hingga Rp 50,9 miliar atau rata-rata dalam sebulan hanya Rp 10 miliar lebih.

 

 

“Sekarang restoran sudah boleh dine in, diharapkan bisa naik lagi,” katanya.

Selain restoran, sumber pajak yang terpukul adalah hotel.

Di tri wulan pertama bisa mencapai Rp 8,4 miliar. Sementara ketika pandemi, pemasukan dari sektor itu hanya 1,8 miliar.

Begitu juga sektor hiburan selama pandemi hanya mendapatkan Rp 2 miliar, padahal sebelumnya bisa mencapai Rp 15 milair selama tiga bulan.

 

Berikut rincian realisasi pendapatan asli daerah (PAD)

– Hotel

Januari sampai Maret 2020, Rp 8.428.845.105 (17.44 persen)

  Ancam Koruptor di Tubuh Pertamina untuk Hati-hati, Ahok: Kami Mau Kejar

April sampai 19 Juni 2020, Rp 10.295.921.429 (40.83 persen)

– Restoran

Januari- Maret 2020, Rp 81.761.099.976 (20.58 persen)

April sampai 19 Juni 2020, Rp 112.533.479.471 (41.62 persen)

-Hiburan

Januari sampai Maret 2020, Rp 15.459.935.124 (21.30 persen)

April sampai 19 Juni 2020, Rp 17.409.824.450 (41.17 persen).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here