BERBAGI

Pukat – Sebanyak 70 mahasiswa internasional Universitas Sebelas Maret (UNS) memilih untuk tetap tinggal di Solo di tengah pandemi wabah virus corona jenis baru (COVID-19). Mereka tetap mengikuti kuliah secara daring di kos atau asrama mahasiswa.

UNS Solo memiliki 100 mahasiswa internasional dari 24 negara. Ketika Pemkot Solo menetapkan kejadian luar biasa (KLB) Corona pertengahan Maret 2020 lalu, aktivitas masyarakat dibatasi, termasuk kegiatan belajar mengajar di sekolah maupun perguruan tinggi diubah menjadi sistem online atau daring. Sebanyak 70 mahasiswa internasional memilih tetap tinggal di Solo dan sisanya pulang ke negaranya masing-masing.

Salah satu mahasiswa internasional UNS dari Program Darmasiswa RI asal Vietnam, Nguyen Thanh Dat mengaku selain kuliah daring, dirinya melakukan kegiatan lain untuk mengisi waktu luang. Ia memanfaatkan waktunya dengan membaca buku dan jalan-jalan di sekitar asrama untuk mengusir kepenatan. “Sesekali juga berkomunikasi dengan keluarganya di Vietnam,” kata Nguyen Thanh Dat, Rabu (27/5/2020).

Guna memberikan dukungan kepada mahasiswa internasional di tengah pandemi, UNS melalui UPT Layanan Internasional atau International Office (IO)), memberikan bantuan sejumlah 70 paket bahan makanan dan kesehatan untuk mahasiswa internasional yang berada di Solo. Paket berupa bahan logistik untuk kebutuhan sehari-hari. Seperti roti, susu, dan mi instan, serta kebutuhan lain yang berguna untuk melindungi dari penyebaran COVID-19 seperti masker dan sabun.

  Susah Payah Memenangkan Pertandingan Melawan FC Copenhagen, MU Berhasil Masuk Semifinal Liga Europa

Ini merupakan bentuk perhatian UNS terhadap mahasiswa internasional. Melalui paket bantuan ini, mahasiswa internasional dapat terbantu dalam menghadapi situasi saat ini, baik dalam memenuhi kebutuhan mereka maupun untuk menjaga diri agar tetap sehat.

Selain paket bantuan logistik, UNS juga memberikan bantuan kepada seluruh mahasiswa dalam bentuk pulsa. Tidak hanya itu, berbagai kegiatan juga dilakukan UNS dalam rangka kepedulian terhadap pandemi COVID-19, baik ditujukan bagi mahasiswa, tenaga kesehatan, maupun masyarakat terdampak.

Salah satu mahasiswa internasional UNS asal Myanmar yang sedang menempuh studi S-2 di Fakultas Kedokteran, Yuzana Maung mengaku sangat terbantu dengan adanya paket bantuan tersebut. Respons IO UNS kepada mahasiswa internasional dinilai sangat baik.

  293 TKI dari Malaysia Tiba di Pelabuhan Internasional Batam Centre

“Dan ada beberapa yang bisa di highlight antara lain pemberian paket bantuan, informasi tentang imigrasi, dan perubahan pelaksanaan perkuliahan,” ujar Yuzana.

Ia juga merasa terlindungi dengan adanya perhatian UPT Layanan Internasional UNS. “Kami merasa terlindungi ketika ada mahasiswa internasional yang sakit, kami bisa memberitahukan ke IO UNS untuk dirawat di Rumah Sakit UNS,” katanya.

Dirinya sangat mengapresiasi respons dari IO UNS yang sangat memuaskan dan berharap terus meningkatkan kepedulian terhadap mahasiswa internasional. Mahasiswa program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) asal Thailand, Patsawut Rattanakarn mengatakan, bantuan logistik dari kampus sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang masih berada di asrama. “Sehingga tidak perlu bepergian untuk membeli bahan makanan,” ungkap Patsawut. Meskipun tetap berada di asrama, Ia tidak tidak lupa untuk menjaga Kesehatan dan pola hidup sehat.

Selain melakukan kuliah secara daring, hal yang rutin dilakukan adalah belajar bahasa Indonesia. “Saya bersyukur karena masih ada teman yang tinggal di asrama, sehingga dapat mengusir rasa bosan meskipun tidak dapat bepergian,” katanya.

  Rektor IPB Positif Covid-19 dan Sempat Lari Pagi Dengan Bima Arya

Selain kuliah, dirinya menonton film dokumenter, bermain uno, dan belajar bahasa Indonesia supaya tidak lupa. Ketika benar-benar mendesak dan harus keluar asrama, maka selalu memakai masker dan mematuhi protokol kesehatan penanganan Covid-19.

Pola hidup bersih dan sehat untuk melindungi diri dari Covid-19 juga selalu diterapkan oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi asal Timor Leste, Eugenio Lay. “Saat pandemi, kami harus tetap jaga kebersihan dan selalu cuci tangan. Selain itu, harus rajin berolahraga, berjemur di pagi hari, menghindari keramaian, dan keluar rumah menggunakan masker, serta selalu minum vitamin agar tubuh tetap sehat,” kata Eugenio.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here