BERBAGI

Pukat – Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (Lemasa) saat ini tengah melakukan mediasi terhadap tanah adat dari amunga sampai mile 32, yang disengketakan oleh sejumlah pihak.

Direktur Eksekutif Lemasa, Stingal Johnny Beanal mengatakan, sebagai lembaga adat, Lemasa memiliki 11 wilayah adat. Sementara untuk tanah adat mulai dari amunga sampai mile 32. Namun selama ini, Lemasa tidak berbicara dan memperhatikan tentang aset khususnya masalah tanah adat.

“Karena tidak perhatikan aset, maka banyak yang saling klaim. Padahal Lemasa memiliki honai atau gedung di 32. Seharusnya kelompok-kelompok tersebut paham kalau disitu, ada tanah adat milik Lemasa. Tapi, karena sudah ada yang tanam tanaman, maka kami lakukan mediasi,” kata Jhonny dibilangan Jalan Hasanuddin, Rabu (17/6).

  40 Lebih Saksi Telah Diperiksa, TGPF Intan Jaya: Kami Merasa Sudah Maksimal

Proses mediasi sendiri sudah dilakukan dua kali. Mediasi kedua ini sudah ada kesimpulan menyangkut masalah tanah adat tersebut.

“Kesimpulannya, kami akan membentuk tim untuk turun ke lapangan, guna mengecek langsung,” ujarnya.

Kata dia, karena Lemasa memiliki hak untuk tanah adat, maka tim akan mencari data dan fakta yang ada, mulai dari siapa yang ambil tanah dan pelepasannya dari mana akan ditanyakan.

  ICW Desak Dewas KPK Panggil Ketua KPK Terkait Mobil Dinas

Selanjutnya, hasil dari turun lapangan tersebut akan dibawa ke honai untuk dibicarakan dengan Badan Pendiri Amungme Naisori dan Dewan Komisaris untuk diputuskan.

“Keputusannya nanti, kira-kira tanah adat ini diberikan kepada masyarakat dalam bentuk apa, termasuk ganti rugi. Dan untuk ganti rugi, saya garis bawahi bahwa bukan hanya lembaga namun harus bicara dengan pemerintah,” terangnya.

Ia menambahkan, selama proses mediasi ini, pihaknya meminta kepada pihak-pihak terkait untuk menahan diri dan tidak melakukan kegiatan di atas tanah adat tersebut.

  Ketua DPR RI Minta Pemerintah Pusat dan Daerah Saling Koordinasi dalam Membuat Kebijakan PSBB

“Saya minta pihak-pihak dalam masalah lahan ini menahan diri dan bersabar. Jangan terpancing emosi, yang bisa merugikan diri sendiri dan banyak pihak,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here