BERBAGI

PUKAT – Pemerintah Arab Saudi memutuskan tetap menggelar haji 2020 dengan sangat terbatas, hanya untuk jemaah yang sudah berada di wilayah Saudi. Komisi VIII DPR meminta pemerintah Indonesia tak membatasi keinginan WNI di Saudi untuk berhaji.

“Hanya, pemerintah Indonesia tidak dapat membatasi keinginan warga negara Indonesia yang berada di Arab Saudi untuk berhaji dengan ketentuan yang telah ditetapkan sesuai dengan protokol COVID-19 di Arab Saudi,” kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Selasa (23/6/2020).

  Pembangunan Ekonomi Tanpa Merusak Hutan Mendesak Diwujudkan

“Sebenarnya jumlah WNI di Arab Saudi cukup banyak. Jadi pemerintah Indonesia, saya kira, tidak dapat melarang WNI di Arab Saudi yang ingin berhaji tahun ini di sana,” ungkap Ace.

Ace menghormati dan memahami keputusan Kerajaan Arab Saudi yang tetap menyelenggarakan ibadah haji untuk warga negaranya dan warga asing yang tinggal di Arab Saudi dengan protokol kesehatan yang ketat.

  Update Covid-19, Ada Tambahan 4.267 Kasus Positif Baru

“Langkah pemerintah Arab Saudi menerapkan kebijakan itu sebagaimana yang kami perkirakan bahwa pemerintah Arab Saudi tetap akan menggelar penyelenggaraan ibadah haji dengan pengaturan yang ketat dari segi protokol COVID-19,” ucap Ace.

Ace menegaskan kebijakan Saudi tak akan berpengaruh secara langsung dengan nasib calon jemaah haji asal Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here