BERBAGI
Kolaborasi Pemerintah dan Swasta Memutus Mata Rantai Corona di Jakarta dengan Aplikasi Jejak
Kolaborasi Pemerintah dan Swasta Memutus Mata Rantai Corona di Jakarta dengan Aplikasi Jejak

Pukat- Jakarta Smart City dan Cartenz Group mengumumkan pengembangan aplikasi JEJAK sebagai salah satu langkah untuk membantu mengendalikan penyebaran pandemi Covid-19 di wilayah DKI Jakarta.

Kolaborasi ini merupakan langkah strategis antara swasta dan pemerintah. JSC sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di bawah Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki peranan penting untuk menciptakan Jakarta sebagai kota yang terus berinovasi dalam menyelesaikan permasalahan dan pada akhirnya membawa warga Jakarta untuk memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

Jejak merupakan salah satu fitur aplikasi di platform JAKI yang dapat melakukan pemindaian pergerakan individu melalui kode QR. Teknologi ini diklaim akan memberikan sebuah gambaran lokasi pergerakan pasien positif Covid-19 selama 14 hari kebelakang.

  Kepala Dinas DP5A Meninggal, Wali Kota Surabaya Menangis Sampai Terjatuh

Setiap warga Jakarta dapat mengunduh aplikasi JAKI untuk mendapatkan fitur aplikasi JEJAK secara gratis, dan nantinya secara berkala akan mengkaji pelaksanaan serta tata kelola data sehingga pelacakan akan termonitor dengan baik.

 

Cara Kerjanya

Cara kerja dari aplikasi ini adalah dengan melakukan pemindaian kode unik QR dari setiap individu di pusat keramaian. Pemindaian ini bertindak sebagai pencatat riwayat kunjungan yang kemudian akan digunakan para petugas pengendali Covid-19.

Apabila ditemukan sebuah kasus baru di titik lokasi yang pernah dikunjungi, maka para petugas bisa mendapatkan data secara akurat terkait siapa saja yang pernah mengunjungi lokasi tersebut.

  Hebat, Bogor Nihil Tambahan Kasus Baru Per 24 Juni

“Teknologi memegang peranan sangat penting di dalam memutus rantai penyebaran Covid-19. Harapan kami melalui aplikasi JEJAK berbagai keputusan terkait penanganan Covid-19 dapat diambil dengan cepat dan tepat,” kata Gito Wahyudi, CEO, Cartenz Group.

“Kolaborasi ini merupakan salah satu bentuk dari implementasi Smart City 4.0, yaitu pemerintah menjadi kolaborator dan masyarakat dapat mengambil peran sebagai co-creator. Prinsip-prinsip pengembangan ekosistem Smart City 4.0 mulai dari mobile first, system dan data driven technology, digital experience, serta smart collaboration kami terapkan dalam skema kolaborasi ini,” tutur Yudhistira Nugraha, Direktur Jakarta Smart City (JSC).

  Dokter Meninggal dalam Status PDP Bertambah

“JSC terus berupaya untuk mengajak para akademisi, industri, media maupun masyarakat untuk berperan aktif bersama dalam menghadirkan berbagai solusi, khususnya pemanfaatan teknologi dan inovasi dalam penanganan Covid-19 di DKI Jakarta mulai dari tahapan testing, tracing, treatment, dan monitoring.” Imbuhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here