BERBAGI

Pukat – Siapa yang tak kenal, siapa itu Pak Jusuf Kalla atau yang akrab dipanggil Pak JK. Pak JK, saudagar asal tanah Bugis ini, adalah mantan Wakil Presiden untuk dua presiden yang berbeda. Pak JK jadi Wakil Presiden pertama kali mendampingi Pak Susilo Bambang Yudhoyono (Pak SBY).

Kemudian kembali jadi Wakil Presiden mendampingi Pak Jokowi di periode pertama pemerintahannya. Pak JK juga pernah jadi menteri di era Presiden Gus Dur dan Ibu Megawati Soekarnoputri. Kini, Pak JK sudah pensiun. Kegiatannya saat ini lebih banyak mengurusi masalah kemanusiaan lewat Palang Merah Indonesia (PMI), organisasi kemanusiaan yang sekarang dipimpinnya.

Bersama PMI, banyak yang sudah dilakukan Pak JK, khusus saat terjadi bencana di Tanah Air. Ada banyak cerita inspiratif, ketika Pak JK ikut berjibaku menangani bencana yang terjadi. Seperti ketika terjadi bencana tsunami besar di Bumi Serambi Mekkah, Aceh Darussalam.

Kisah inspiratif Pak JK saat terjadi tsunami di Aceh, salah satunya diungkap Tomi Lebang dalam buku “Berbekal Seribu Akal Pemerintahan dengan Logika.” Menurut Tomi dalam bukunya, kualitas kepemimpinan Pak JK, teruji ketika terjadi bencana dahsyat tsunami di Aceh pada 2004. Ketika itu Pak JK masih menjadi Wakil Presiden mendampingi SBY, setelah menang dalam pemilihan presiden tahun 2004 yang merupakan pemilihan presiden pertama kali yang digelar secara langsung.

  Menkes Terawan Sebut Vaksin akan Dimulai Pada Desember

Bencana besar tsunami di Aceh ketika itu menyentak seisi republik. Apalagi, dampak yang ditimbulkan begitu luar biasa. Sebuah dampak bencana yang selama ini tak terbayangkan oleh semua orang. Ratusan ribu orang menjadi korban. Ratusan ribu penduduk di Serambi Mekkah kehilangan rumah.

Jaringan komunikasi terputus. Pun, akses transportasi. Semua serba kacau. Ketika bencana besar itu terjadi, tulis Tomi, Pak JK sedang menghadiri acara halal bihalal warga Aceh di Jakarta. Begitu mendengar itu, ia langsung kirim kabar ke Presiden SBY yang tengah ada di Nabire Papua, mengunjungi korban gempa. SBY memerintahkan Pak JK, mengkoordinasikan bantuan dan pertolongan secepatnya.

Tak menunggu lama, Pak JK langsung mengontak Wakil Gubernur Aceh, Azwar Abubakar. Setelah itu, ia memerintahkan pilot pesawat pribadinya menyiapkan pesawat. Pak JK juga meminta Sofyan Djalil yang ketika itu Menteri Informasi untuk segera berkemas ke Aceh. Dibekalinya Sofyan duit tunai 200 juta dan sebuah telepon satelit, agar bisa selalu dikontak dari Jakarta.

  Istri dan Dua Anak Wali Kota Jambi Terpapar Covid-19

Sofyan Djalil jalil pun terbang ke Aceh dengan pesawat pribadi Pak JK. Ikut terbang bersamanya Menteri Perumahan Rakyat Yusuf Asy’ari dan sejumlah tokoh Aceh. Di Jakarta, Pak JK langsung menggelar rapat kabinet. Di rapat, Pak JK memerintahkan Menteri Keuangan ketika itu Jusuf Anwar menyediakan uang kontan sebesar Rp 10 miliar. Esoknya, Jusuf Anwar menyerahkan uang Rp 6 miliar. Hari itu uang itu dibawa Kalla terbang ke Aceh.

Di Aceh inilah, gerak cepat Pak JK terbaca, kata Tomi. Begitu injakan kaki di bumi Serambi Mekkah, Pak JK langsung memborong beras, mie instan dan makanan lainnya. Tapi rupanya, hanya sedikit beras yang didapat. Lalu terjadilah kisah yang menunjukan kualitas Pak JK sebagai seorang ‘komandan’.

Ternyata di gudang Dolog setempat masih tersimpan stok beras yang jumlahnya lumayan banyak. Pak JK pun memerintahkan beras dalam gudang dikeluarkan. Rupanya, perintah Pak JK tak bisa segera ditindaklanjuti. Pintu gudang terkunci. Keluar perintah Pak JK. ” Tembak gerendelnya.”

  Pemerintah Putuskan Jemaah Haji 2020 Tak Diberangkatkan

Kunci gembok pintu gudang Dolog benar-benar ditembak. Beras pun cepat dikeluarkan, lalu diangkat dan disebarkan ke kantong-kantong para pengungsi. Kisah yang dituturkan Tomi dalam bukunya, memperlihatkan cara Pak JK menjawab masalah. Cepat. Ringkas. Tegas dan tanpa tedeng aling aling. Dan yang pasti tanpa birokrasi yang bertele-tele. Langsung menuju pokok solusi. Bangsa ini, sangat memerlukan pemimpin yang bekerja cepat tapi terukur. Bukan pemimpin yang sibuk dengan koordinasi dan negosiasi.

Saat ini pun di tengah pandemi Covid-19, Pak JK ikut berjibaku, bekerja keras membendung penyebaran Covid-19. Semoga, Pak JK selalu sehat. Sehingga tetap bisa berkontribusi kepada bangsa dan negara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here