BERBAGI
Juventus Ditahan Imbang 3-3 Oleh Sassuolo, Sarri: Frustrasi
Juventus Ditahan Imbang 3-3 Oleh Sassuolo, Sarri: Frustrasi

Pukat- Maurizio Sarri merasakan adanya penurunan dari segi mental dan fisik Juventus di tahapan akhir musim 2019/20.

Pelatih Juventus Maurizio Sarri mengaku frustrasi mendapati timnya ditahan imbang 3-3 oleh Sassuolo dalam pertandingan lanjutan Serie A Italia.

Padahal, Bianconeri sempat dalam posisi memimpin 2-0 dalam rentang 12 menit berkat gol Danilo dan Gonzalo Higuain. Akan tetapi, Sassuolo bangkit untuk membalikkan keadaan jadi 3-2.

Bahkan mungkin Si Nyonya Tua gagal menang seandainya Wojciech Szczesny tidak tampil heroik dan tak ada sapuan krusial Alex Sandro di garis gawang. Selepas pertandingan, Sarri mengekspresikan kekesalannya.

“Seorang pelatih berharap konsistensi dari timnya. Ada sesuatu yang kami rasa kurang, dari segi fisik dan mental. Kami memiliki deretan momen penting dalam pertandingan, dan beberapa momen pasif yang sungguh sulit untuk dimengerti,” tuturnya kepada Sky sport Italia .

  4 Hal yang Membuat Ronaldo Lebih Hebat Daripada Messi

Ini adalah pertandingan ketiga beruntun bagi Juve dengan hasil tanpa kemenangan. Setelah dilibas AC Milan 4-2 – juga saat Juve dalam posisi unggul lebih dulu 2-0 – mereka imbang 2-2 kontra Atalanta.

“Kami telah menghadapi tim-tim yang dalam kondisi luar biasa dan Sassuolo tidak jauh berbeda, mereka memenangkan empat laga beruntun dan jika mereka pertahankan ini, mereka bisa jadi Atalanta di masa depan,” sambungnya.

“Saya sangat percaya bahwa ketika kami mengatasi masalah konsistensi sepanjang laga, kami bisa berada di trek yang benar. Tim mana pun menjadi sangat berbahaya jika Anda berhasil membawanya melewati pertahanan sang lawan,” jelas Sarri.

  Berhasil Membungkam Tuan Rumah dengan Skor 3-1, Juventus Kokoh di Puncak klasemen

“Kami kesulitan karena mereka bermain antara lini dan trequartista dan kami membagi bola terlalu sering. Ini aneh, karena fullback kami di babak pertama cukup konservatif, tapi kemudian mulai menekan ke depan dan memenangkan bola lebih awal jelang akhir pertandingan,” kata Sarri lagi.

“Ini bukan sesuatu yang tidak berfungsi sebagaimana ketika di awal pertandingan. Terkadang, saya merasa tim ini memiliki potensi yang sangat besar. Di lain kesempatan, itu membuat Anda bingung, karena membuat lawan bisa dengan mudah masuk ke kotak penalti kami. Kami perlu menemukan keseimbangan yang tepat dan itu tidak mudah,” urainya.

“Kami harus lebih banyak menahan bola, karena ada saat-saat ketika pergerakan passing akan membantu Anda mengontrol tempo dan tetap berada di separuh area lawan. Kami terkadang merasa terlalu terburu-buru dalam mencoba mencetak gol dalam sejumlah passing-passing yang kami lakukan, yang menciptakan situasi di mana Anda bergerak dari ujung ke ujung,” tandas Sarri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here