BERBAGI

PUKAT – Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menyoroti kasus dugaan pemalsuan label SNI dalam produk besi siku. Menurut Neta, kasus ini perlu mendapat perhatian serius, karena praktiknya sudah berlangsung selama tiga tahun, bahkan berpotensi merugikan negara sebesar Rp2,7 triliun.

Neta berharap Kapolda Metro Jaya dapat mengawasi penanganan kasus ini agar penuntasannya transparan. Sebab dampak dari praktik pemalsuan label SNI pada besi siku, bukan hanya merugikan negara, tapi juga masyarakat.

“Kapolda Metro Jaya perlu menjelaskan secara transparan, kenapa kasus pemalsuan label SNI pada produk besi siku di KBN Marunda, Jakarta Utara, tak kunjung dituntaskan, padahal informasinya, penangkapan sudah dilakukan pada 17 Juni 2020,” kata Neta, Rabu (1/7/2020).

  Tingkatkan Daya Saing, Kemenprin Siapkan Lab Uji Modern Produk Elektronika

Neta mempertanyakan sikap Polda Metro Jaya yang dinilai tidak transparan. “Ada apa dengan penyidik Polda Metro Jaya? Kenapa pemilik perusahaan pemalsu label SNI pada produk besi siku tidak ditangkap dan dijadikan tersangka serta dibiarkan bebas?,” tanya Neta.

Neta pun menyebut, “Dengan produk besi siku untuk konstruksi bangunan yang dipalsukan dan dijual ke konsumen dikhawatirkan bangunan yang menggunakan besi siku tersebut bisa ambruk karena tidak sesuai standar.”

Neta mengungkap, IPW mendapat informasi terbongkarnya kasus ini bermula dari adanya surat PO Palsu untuk pemesanan barang dari Thailand berupa besi siku. Setelah sampai di Indonesia, barang berupa besi siku itu diakui sebagai besi siku produk dalam negeri dan ditempel dengan label SNI palsu serta dijual kepada konsumen.

  Diguyur Hujan Semalam, Ini Tinggi Muka Air dan Cuaca di Jakarta Hari Ini

Berdasarkan informasi yang sama, pada 17 Juni 2020 Polda Metro Jaya sudah menyita 4.600 ton barang bukti besi siku dengan label SNI palsu, memeriksa 11 saksi, meminta kesaksian 4 ahli, dan memeriksa 2 tersangka, serta menahan tersangka S yang tugasnya memasang label SNI palsu.

“Melihat besarnya potensi kerugian Negara, kasus ini harus diproses transparan hingga tuntas. Untuk itu Kapolda Metro Jaya harus memastikan semangat Promoter dan tidak membiarkan penyidiknya bermain-main di balik kasus yang potensi kerugian negaranya begitu besar,” tegas Neta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here