BERBAGI
Industri Olahraga Pendapatannya Berkurang Hingga 50 Persen
Industri Olahraga Pendapatannya Berkurang Hingga 50 Persen

Pukat- Target pencapaian industri olahraga sebelum pandemi yang mencapai USD 135,3 miliar kandas karena Corona. Pendapatan industri olahraga kini diproyeksikan terpangkas hingga 50 persen atau USD 73,3 miliar

“Industri olahraga global sangat terdampak. Olahraga sebagai penyumbang kegiatan ekonomi hampir mencapai USD 140 miliar mengalami penurunan,” kata Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam webinar via YouTube, Selasa (30/6).

Airlangga menjelaskan terpangkasnya penerimaan industri olahraga global disebabkan oleh penundaan sejumlah pertandingan dari berbagai cabang olahraga lumbung uang. Di antaranya liga-liga sepak bola dunia yang digeser pelaksanaannya ke tahun 2021.

  Airlangga Hartarto Tunjukkan Kabar Gembira, Penyerapan Anggaran PEN Mendekati 40 Persen

Namun, apabila terpaksa digelar pada tahun ini. Sejumlah negara mewajibkan penyelenggaraan pertandingan tanpa penonton yang artinya klub elite dunia bakal kehilangan penerimaan dari keuntungan penjualan tiket.

Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) ini juga menyebut turunnya pendapatan industri olahraga juga dipengaruhi oleh penundaan pelaksanaan Olimpiade 2020 di Jepang. Imbasnya industri tersebut mengalami kerugian hingga USD 13,4 miliar akibat biaya yang telah di keluarkan panitia untuk perbaikan prasarana dan sarana penunjang.

  PEN Dilanjutkan, Program Prioritas Hingga Tahun 2021 di Antaranya Vaksin dan Bansos

Meski begitu, cabang olahraga e-sports justru mencatatkan torehan positif selama pandemi global ini berlangsung. Hal ini diakibatkan oleh meningkatnya penggunaan akses internet di sejumlah negara.

“Tapi kan e-sports ini belum se-familiar olahraga lainnya. Dan harus diakses melalui gadget untuk melakukannya,” tukasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here