BERBAGI

Pukat – Sinarmas Asset Management menunjuk Hotman Paris sebagai kuasa hukum. Perusahaan memberikan somasi kepada agen penjual reksa dana, Bibit.

PT Sinarmas Asset Management memberikan somasi terbuka kepada PT Bibit Tumbuh Bersama (Bibit) terkait informasi tidak benar tentang produk reksa dana. Peringatan keras ini disampaikan oleh Hotman Paris, yang menjadi kuasa hukum perusahaan.

Bibit merupakan salah satu agen penjual efek reksa dana produk kelolaan Sinarmas Asset Management. Agen ini diduga menyebarkan informasi menyesatkan terkait reksa dana Sinarmas kepada publik.

Bibit meminta para nasabah untuk menjual atau redemption reksa dana Sinarmas. Karena itu, Perusahaan, melalui kuasa hukumnya Hotman Paris Hutapea memberikan somasi terbuka kepada Bibit.

  Dimintai Keterangan, Pegawai PT DKI Jakarta Dicecar Terkait Perkara yang Diapntau Nurhadi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memang menghentikan sementara atau suspensi pembelian dan pengalihan atau switching tujuh produk reksa dana Sinarmas Asset Management. Namun, saran yang diberikan Bibit ini dinilai tidak sesuai dengan perintah OJK.

“OJK hanya memerintahkan untuk suspensi sementara, untuk ada perbaikan. OJK tidak pernah memerintahkan para nasabah untuk menjual reksa dananya,” kata Hotman melalui video yang dibagikan lewat akun Instagram-nya, Rabu (27/5).

Hotman Paris mengatakan, Sinarmas menjalankan haknya untuk menempuh upaya hukum perdata dan pidana kepada pihak yang menyebarkan informasi menyesatkan tersebut. Apalagi, Bibit menyampaikan saran untuk redemption melalui berbagai saluran komunikasi.

  MA Keluarkan Peraturan MA Terkait Pemberantasan Korupsi, Korupsi di Atas 100 Miliar Pidana Seumur Hidup

Dalam surat somasi yang ditandatangani oleh advokat Yefikha dan Oktavianus Wijaya Sakti, informasi yang disampaikan oleh Bibit mengakibatkan nasabah resah. Terlebih, tindakan tersebut dianggap mencemarkan nama baik Sinarmas dan berdampak pada arus transaksi keuangan reksa dana.

Untuk itu, Sinarmas meminta Bibit untuk mencabut seluruh pernyataan yang disampaikan terkait reksa dana itu, termasuk rekomendasi redemption. Selain itu, Bibit diminta untuk meminta maaf secara tertulis kepada Sinarmas dan seluruh nasabah pemegang reksa dana.

Perusahaan memberikan somasi tersebut sembari menunggu proses hukum yang ditempuh. Sebab, Bibit diduga melakukan pelanggaran beberapa peraturan perundangan-undangan. Seperti UU Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), KUHPidana, Peraturan OJK Nomor 38 Tahun 2014 tentang Agen Penjualan Efek Reksa Dana, dan UU tentang Peraturan Hukum Pidana.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here