BERBAGI
Hari Ini, Rupiah Menguat ke 14.465 per US$ Dampak Data Positif Ekonomi AS
Hari Ini, Rupiah Menguat ke 14.465 per US$ Dampak Data Positif Ekonomi AS

Pukat- Nilai tukar rupiah pada perdagangan pasar spot pagi ini, Senin (6/7), dibuka menguat 0,39% ke level Rp 14.465 per dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda menguat terimbas masih positifnya sentimen pasar karena perbaikan data ekonomi AS.

Hal serupa juga dialami mayoritas mata uang Asia menguat pagi ini. Mengutip Bloomberg, dolar Hong Kong naik 0,01%, dolar Singapura 0,12%, dolar Taiwan 0,23%, won Korea Selatan 0,14%, peso Filipina 0,21%, rupee India 0,5%, yuan Tiongkok 0,15%, ringgit Malaysia 0,1%, dan baht Thailand 0,02%. Adapun hanya yen Jepang yang melemah 0,2%.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan aset-aset berisiko terlihat menguat seperti indeks-indeks saham Asia dan indeks saham berjangka AS pagi ini. Tingkat imbal hasil obligasi Pemerintah AS tenor 10 tahun juga terlihat menguat lagi yang mengindikasikan pasar melepas aset aman tersebut dan masuk ke aset berisiko.

  Ledakan di Beirut, Israel Tuduh Iran Selundupkan Senjata Ke Pelabuhan Lebanon

“Pasar mungkin mulai merespon positif membaiknya data-data ekonomi yang positif di tengah pandemi yang dirilis di akhir pekan lalu,” kata Tjendra dilansir , Senin (6/7).

Lebih lanjut, data yang dimaksud sepeti data tenaga kerja AS bulan Juni yang menunjukan perbaikan melebihi ekspektasi. Data tenaga kerja AS alias non-farm payroll naik 4,8 juta pada Juni, melebihi ekspektasi pasar.

Kenaikan ini merupakan yang terbesar sejak 1939. Non-farm Payroll merupakan perubahan jumlah tenaga kerja AS di semua sektor, kecuali pegawai pemerintah, ibu rumah tangga, yang bekerja pada organisasi non-profit (LSM) dan pertanian. Data ini mencerminkan kondisi ketenagakerjaan di sektor komersil dan industri Negeri Paman Sam.

  Erick Thohir: Indonesia Akan Punya Bank Syariah Kelas Dunia

Selain itu, ada pula data indeks aktivitas sektor jasa dan manufaktur AS-Tiongkok-Eropa bulan Juni yang juga menunjukan peningkatan melebihi ekspektasi. “Rupiah bisa terbantu menguat mengikuti penguatan aset berisiko regional hari ini,” ujarnya.

Tapi di sisi lain, Tjendra mengungkapkan bahwa pasar masih akan mempertimbangkan peningkatan laju penularan Covid-19 global yang berisiko menurunkan kembali aktivitas ekonomi, seperti yang dilaporkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Melansir laman Worldometers pukul 09.15 WIB, kasus positif virus corona dunia telah mencapai 11,56 juta orang. Angka kematian tercatat 536.776 orang dengan kesembuhan mencapai 6,5 juta orang.

  Hari ini, PLN turunkan tarif listrik hingga Desember

Di sisi lain, ketegangan AS-Tiongkok yang makin memanas juga harus diwaspadai. Potensi pergerakan rupiah hari ini akan mengarah ke area kisaran Rp 14.450 dan potensi resisten di kisaran Rp 14.570 per dolar AS.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here