BERBAGI

PUKAT – Hacker yang membobol 1.309 situs pemerintah dan swasta mendapatkan uang miliaran dari kejahatannya. Uang itu digunakan tersangka berinisial ADC untuk foya-foya.

“Uang hasil ini digunakan untuk kepentingannya pribadi, kehidupan. Sedang kita cek apakah digunakan untuk membeli barang lain barang bergerak atau tidak bergerak sedang kita dalami. Dan yang terakhir untuk foya-foya, artinya untuk mabuk-mabukan,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jaksel, Selasa (7/7/2020).

  Laporan Tirto.id dan Tempo.co Terkait Peretasan yang Dialami Akan Diperiksa Hari Ini

Argo mengatakan, setiap kali melakukan peretasan, tersangka meminta tebusan kepada pemilik situs atau akun. Setiap pemilik situs diminta memberikan uang Rp 2 sampai Rp 5 juta.

“Dari keterangan pelaku ini imbalannya antara Rp 2 sampai Rp 5 juta. Kalau 1.309 itu ketemunya M (miliaran) juga,” ucap Argo.

Sebelumnya, ADC ditangkap di Yogyakarta pada 2 Juli 2020. ADC ditangkap lantaran meretas 1.309 situs milik pemerintah dan swasta. Salah satunya situs milik Mahkamah Agung.

  Kak Seto Minta Pelaku Pencabulan Dihukum Seberat-beratnya

“Tidak hanya di Indonesia ternyata. Setelah kita lakukan pendalaman kembali ini juga ada di Australia, Portugal, Inggris, dan Amerika,” kata Argo.

Tersangka mengirim malware tertentu kepada pemilik situs untuk meminta tebusan. Jika tidak ditebus, situs yang diretas tetap dikuasai tersangka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here