BERBAGI

PUKAT – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mendapatkan kunjungan dari Presiden Joko Widodo untuk melihat penanganan COVID-19 di Jatim. Khofifah menceritakan upaya pihaknya dalam menekan penyebaran COVID-19.

Misalnya tingkat kepatuhan warga Surabaya Raya pada protokol pencegahan COVID-19 yang rendah. Khofifah menyayangkan hal ini karena menyebabkan klaster penularan baru.

“Pada posisi seperti ini lah yang menjadikan munculnya klaster-klaster baru terutama di titik-titik terkait dengan potensi kerumunan massa berasal,” kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (25/6/2020).

  Jokowi akan Membubarkan 18 Lembaga, di Antaranya BSANK

Khofifah juga memaparkan rate of transmission (RT) di Surabaya Raya sempat di bawah angka 1. Namun akibat ketidakpatuhan ini, RT-nya kembali naik di atas angka 1. Padahal, jika 14 hari berturut-turut angkanya di bawah 1, Khofifah berencana akan menerapkan new normal di Surabaya Raya.

“Surabaya sendiri RT-nya di bawah 1 sempat 6 hari. Sidoarjo di bawah 1 sempat 8 hari. Gresik di bawah 1 sempat 6 hari. Hari itu kami sudah merasa bahwa kita tunggu sebentar lagi 8 hari lagi, terus kita sudah siap new normal,” ungkapnya.

  Update: Kasus Positif Covid-19 Indonesia Jumat 7 Agustus 2020 Bertambah 2.473 Kasus

Meski ada imbauan untuk tidak berkerumun, Khofifah menyebut ada sejumlah masyarakat yang masih nongkrong. Di mana, ada 88% masyarakat yang berkerumun dan tak menggunakan masker. Ada pula 89% masyarakat tak menerapkan physical distancing.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here