BERBAGI
Ekonomi Indonesia Minus di Kuartal II
Ekonomi Indonesia Minus di Kuartal II

Pukat- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa pemerintah akan fokus untuk mengangkat perekonomian di semester II tahun ini. dikarenakan, pertumbuhan ekonomi di kuartal II ini diprediksi mengalami tekanan yang cukup dalam imbas pandemi covid-19.

Pemerintah Indonesia pada tahun ini memproyeksikan pertumbuhan ekonomi antara minus 0,4 persen sampai satu persen. Sebelumnya, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 2,3 persen. Namun tekanan di kuartal II membuat pertumbuhan ekonomi diprediksi menjadi semakin sulit.

“Sekarang fokus dari pemerintah adalah mengejar agar kuartal III dan IV ekonominya bisa kembali pulih dari situasi kontraksi dari kuartal II,” kata Sri Mulyani dalam rapat dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Senin, (22/6).

  Usulan Pembentukan Dewan Moneter di Lingkup BI Menuai Polemek, Sri Mulyani: BI Harus Independen

Dirinya mengharapkan, kontraksi ekonomi pada April-Mei merupakan kondisi yang terburuk. Dengan kata lain, pemerintah berharap pada Juni-Juli ekonomi akan membaik, sehingga bisa menjaga momentum di kuartal III dan IV.

“Ini lah yang sekarang menjadi fokus pemerintah dalam menggunakan instrumen kebijakannya dan tentunya Pak Gubernur (Bank Indonesia) akan terus mengawal agar momentum pemulihan di kuartal III dan IV bisa terealisasi dengan beban, baik di APBN maupun moneter, tetap terjaga secara bersama,” ungkapnya.

  Petani Tembakau dan Perusahaan Rokok Minta Sri Mulyani Batalkan Kenaikan Cukai 2021

Jika pertumbuhan ekonomi membaik di semester II tahun ini, maka Sri Mulyani meyakini akan ada kepercayaan untuk melihat proyeksi di 2021. Tahun depan pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan kembali normal di kisaran 4,5 sampai 5,5 persen.

Sejumlah lembaga internasional juga memprediksi ekonomi Indonesia bakal membaik pada tahun depan. OECD memproyeksi ekonomi Indonesia tumbuh 2,6 hingga 5,2 persen di 2021, ADB memprediksi 5,3 persen, IMF perkirakan tumbuh di atas delapan persen, konsensus Bloomberg 5,5 persen.

  Menteri Luhut Optimis Ekonomi Indonesia akan Tumbuh di Tengah Pandemi

“Jadi kalau kita bandingan dengan proyeksi pemerintah itu masih di dalam kisaran yang mungkin bisa dilihat perbandingannya,” pungkas dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here