BERBAGI
Berbagi Beban ( Burden Sharing) Tidak Kerek Inflasi
Berbagi Beban ( Burden Sharing) Tidak Kerek Inflasi

Pukat- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan sejak diluncurkan pada pertengahan 2017 hingga Juli 2020, pembiayaan ultra mikro (UMi) telah disalurkan ke 2,26 juta debitur. Sebanyak 93 persen debitur di antaranya adalah perempuan.

“Menariknya, mayoritas debitur adalah perempuan. Ini berarti banyak perempuan yang turut menopang aktivitas ekonomi skala usaha ultra mikro,” ujar Sri Mulyani dalam akun instagram pribadinya @smindrawati dikutip Senin, (20/7).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menegaskan pemerintah senantiasa hadir untuk mendampingi para pelaku usaha dalam skala yang sangat kecil, salah satunya melalui pembiayaan ultra mikro. Bendahara Negara ini lantas menjelaskan perbedaan UMi dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

  Nunggu Hasil Uji Klinis Tahap 3, Erick Thohir Beberkan Tahapan Produksi Vaksin

UMi merupakan program tahap lanjutan dari program bantuan sosial (bansos) menjadi kemandirian usaha yang menyasar usaha mikro yang berada di lapisan terbawah. Karena belum bisa difasilitasi perbankan melalui program KUR lantaran tidak memiliki akses layanan perbankan dasar seperti tabungan atau unbankable, maka fasilitas pembiayaan UMi maksimal Rp10 juta per nasabah.

Sementara KUR adalah program prioritas pemerintah dalam mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berupa kebijakan pemberian pembiayaan modal kerja atau investasi kepada debitur individu/perseorangan, badan usaha, dan/atau kelompok usaha yang produktif dan layak, namun belum memiliki agunan tambahan atau agunan tambahan belum cukup dengan fasilitas pembiayaan sampai dengan Rp25 juta untuk skala usaha mikro dan Rp25 juta hingga Rp500 juta untuk usaha ritel.

  Tak Menerima Usulan Kemenprin,Sri Mulyani: Kita Tidak Meberikan Pajak Mobil Baru 0 Persen

Adapun pemerintah telah menunjuk BLU Pusat Investasi Pemerintah (PIP) sebagai koordinator pembiayaan UMi dan disalurkan melalui Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB), seperti PT Pegadaian (Persero), PT Bahana Artha Ventura (bekerja sama dengan koperasi dan lembaga keuangan mikro), serta PT Permodalan Nasional Madani (Persero).

“Jumlah mereka yang memanfaatkan pun terlihat bertumbuh positif selama empat tahun berturut-turut,” tutur Sri Mulyani.

Hingga semester I-2020, sebagian besar debitur UMi berasal dari Pulau Jawa yakni sebanyak 1,87 juta debitur. Lalu Sumatra dengan 261.372 debitur dan diikuti Bali Nusa Tenggara dengan 45.981 debitur.

Kemudian Sulawesi dengan 44.980 debitur, Kalimantan sebanyak 24.362 debitur, dan wilayah Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat sebanyak 4.440 debitur.

  Bank Bukopin Apresiasi Calon Pemegang Saham dan Pengendali Baru

“Di dalam masa pandemi covid-19, pelaku ultra mikro ini juga termasuk yang akan mendapatkan relaksasi berupa penundaan pembayaran cicilan pokok selama enam bulan dan subsidi bunga kredit,” tutup Sri Mulyani.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here