BERBAGI
Djoko Tjandra Palsu Melakukan Rapid Test di Markas Bareskrim, Brigjen Prasetijo yang Fasilitasi
Djoko Tjandra Palsu Melakukan Rapid Test di Markas Bareskrim, Brigjen Prasetijo yang Fasilitasi

Pukat- Surat hasil Rapid Test Djoko Tjandra yang digunakan untuk bepergian merupakan surat hasil tes di Markas Badan Reserse kriminal (Bareskrim). Namun, Polri menyatakan buron Djoko S Tjandra tidak melakukan pemeriksaan kesehatan secara langsung untuk mendapatkan surat bebas Covid-19 di markas Bareskrim.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri Brigjen Pol Awi Setiyono menerangkan berdasarkan penelusuran saat itu yang datang untuk diperiksa di ruang Karokorwas PPNS Bareksrim–yang masih dipegang Brigjen pol Prasetijo Utomo–adalah orang lain.

“Yang datang itu bukan Djoko Tjandra tapi mengaku Djoko Tjandra,” kata Awi kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (17/7).

Diketahui Prasetijo, kini telah dicopot dari jabatannya. Namun, saat menjabat kala itu memfasilitasi pembuatan surat untuk Djoko Tjandra dengan memanggil dokter ke ruangannya di gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

  Menkumham Sebut Djoko Tjandra Tidak Masuk Buruan Interpol Sejak 2014

Awi menyatakan pihaknya telah memastikan hal tersebut dengan memeriksa rekaman video pengawas (CCTV) di sekitar ruangan Prasetijo itu.

Dia memastikan orang tersebut berbeda dari rupa Djoko Tjandra yang terungkap selama ini. Pun, sambungnya, berdasarkan keterangan dari dokter yang kala itu memeriksa.

“Menurut keterangan dokter bahwasanya yang datang dengan yang di TV beda,” kata Awi.

Kemarin, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono menuturkan pembuatan surat Covid itu dilakukan di Gedung Bareskrim. Prasetijo saat itu memanggil dokter dari Pusdokkes Polri ke ruangannya.

Keterangan itu, kata Argo, didapat usai Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri melakukan pemeriksaan terhadap dokter tersebut. Namun, demikian, Argo belum bisa memastikan dua orang tidak dikenal yang menjalani tes cepat (rapid test) risiko infeksi virus corona tersebut.

  Pulang Dari Luar Negeri, 2.744 Jalani Karantina di Jakarta

“Memang benar, jadi dokter tadi dipanggil oleh Brigjen Pol. Prasetijo, kemudian di ruangannya sudah ada dua orang yang tidak dikenal sama dokter ini dan kemudian melaksanakan rapid [test],” ujar Argo dalam konferensi di Gedung Bareskrim, Kamis (16/7).

“Jadi dokter tidak mengetahui tapi disuruh membuat namanya ini, untuk membuat namanya Djoko Tjandra,” imbuh dia.

Prasetijo sendiri telah dicopot dari jabatannya oleh Kapolri Jenderal Pol Idham Azis karena ulahnya yang diduga membantu buronan Kejaksaan Agung sejak 2009 tersebut. Selain itu, Prasetijo pun harus menjalani penahanan sementara selama 14 hari di ruang provost guna diperiksa lebih lanjut oleh Divpropam.

Kemarin, Kepala Bareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo menyebut pihaknya akan mengenakan pidana terhadap Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Prasetijo Utomo yang menerbitkan surat jalan bagi buronan Djoko Tjandra.

  Djoko Tjandra dan Jaksa Pinangki Sudah Siapkan Uang 148 Miliar Untuk Menyuap Pejabat Kejagung dan MA

Sanksi pidana itu, kata Sigit, adalah opsi ketiga dari tiga bentuk penanganan yang diberikan kepada anggota kepolisian yang terbukti melakukan pelanggaran.

Penanganan perkara, kata dia, saat ini masih dilakukan oleh Divisi Propam Polri. Nantinya, Bareskrim akan melanjutkan investigasi Propam tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here