BERBAGI

PUKAT РPemerintah Taiwan  menyetujui penggunaan remdesivir produksi Gilead Sciences untuk mengobati pasien virus Covid-19. Saat ini pemerintah berbagai negara sedang berlomba meningkatkan pasokan remdesivir, yang mengantongi persetujuan regulator AS bulan ini untuk penggunaan darurat untuk pengobatan pasien Covid-19.

Gilead yang berbasis di California, mengatakan akan menyumbangkan 1,5 juta dosis remdesivir yang cukup untuk mengobati sedikitnya 140.000 pasien dalam memerangi pandemi global Covid-19.

Pusat Komando Epidemi Taiwan (CECC), menyebutkan Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan Taiwan mempertimbangkan fakta bahwa keamanan remdesivir telah didukung oleh bukti awal dan penggunaannya disetujui oleh sejumlah negara lain.

  Update: Kasus Baru Corona di Indonesia Bertambah 2.277 Kasus Per Tanggal 8 Agustus

CECC berpendapat bahwa persyaratan telah terpenuhi bagi persetujuan penggunaan remdesivir pada pasien infeksi Covid-19 yang dalam kondisi parah.

Taiwan sukses mencegah penyebaran virus Corona berkat deteksi dini dan upaya pencegahan serta sistem kesehatan masyarakat tingkat pertama. Hingga kini, Taiwan mencatat 442 kasus Covid-19 dengan tujuh kematian. Sebagian besar pasien telah sembuh dan hanya tersisa 14 kasus aktif.

  Update: Kasus Positif Corona di RI Hari Senin 20 Juli Bertambah 1.693 Kasus

Saat ini, belum ada obat atau vaksin yang disetujui untuk Covid-19, namun, negara-negara Uni Eropa telah memberikan remdesivir pada pasien berdasarkan aturan penggunaan. Jepang dan Inggris, keduanya mengizinkan penggunaan obat tersebut dan mulai memberikannya pada pasien Covid-19.

Amerika Serikat, pasar farmasi terbesar di dunia, bulan ini memberikan izin penggunaan darurat remdesivir untuk Covid-19, namun belum menyetujui penggunaannya secara luas.

  Kimia Farma Juga Siap Jual Obat COVID-19 Remdesivir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here