BERBAGI
Bupati Jember Dimakzulkan Oleh DPRD, Dinilai Melanggra Sumpah dan Janji Jabatan
Bupati Jember Dimakzulkan Oleh DPRD, Dinilai Melanggra Sumpah dan Janji Jabatan

Pukat- DPRD Jember memutuskan memakzulkan Faida dari jabatan Bupati Jember. Setelah beberapa bulan ini hubungan Bupati dan DPRD Memanas.

Keputusan tersebut dibacakan dalam sidang paripurna DPRD yang menyetujui Hak Menyatakan Pendapat (HMP) terhadap politikus NasDem tersebut.

Pemakzulan ini merupakan sejarah baru di Jember. Karena merupakan yang pertama kali terjadi sejak kabupaten penghasil tembakau ini berdiri selama 91 tahun.

DPRD Jember menilai Bupati Faida telah melanggar sumpah dan janji jabatan serta tidak melaksanakan kewajiban sebagai pemerintah.

“Pernyataan pendapat DPRD Kabupaten Jember adalah memberhentikan Bupati Jember dr. Hj Faida, MMR dari jabatan karena dinilai melanggar sumpah janji jabatan, tidak melaksanakan kewajiban sebagai kepala daerah,” tegas Wakil Ketua DPRD Jember, Ahmad, saat membacakan keputusan sidang pada Rabu (22/7).

  Catat! Ketua DPR Minta Kemensos Perbaiki Data Bansos

Dalam dokumen keputusan DPRD, keputusan pemakzulan bupati dilatarbelakangi oleh hasil pemeriksaan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) yang menganulir mutasi sejumlah pejabat yang dilakukan Faida. Namun menurut DPRD, keputusan KASN diabaikan Faida.

Kemudian, hasil pemeriksaan khusus Kemendagri mengintruksikan Faida mencabut 30 Perbup dan 15 SK Bupati. Namun menurut DPRD, Faida tidak pernah menindaklanjutinya.

Selanjutnya, DPRD menggelar hak interpelasi untuk bertanya ke Faida. Tetapi DPRD merasa pertanyaan mereka tak dijawab. Bahkan Faida berpendapat hak interpelasi tidak sah.

Berlanjut ditingkatkan ke tahap hak angket. DPRD menemukan banyak indikasi keterlibatan Faida dalam perkara korupsi serta maladministrasi. Dokumen, bukti dan keterangan para saksi angket DPRD telah diberikan ke penegak hukum.

  Komisi II DPR Setujui PKPU Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19

Akumulasi pelanggaran tersebut yang membuat DPRD Jember memutuskan pemakzulan Faida.

Sementara itu Faida yang tidak hadir ke DPRD hanya memberikan keterangan tertulis setebal 23 halaman menanggapi hak menyatakan pendapat DPRD.

Faida mengaku tengah berusaha menindaklanjuti instruksi tentang pemulihan struktur birokrasi maupun persiapan aparatur yang akan berada di posisi baru.

“Pemkab Jember hingga saat laporan ini disusun, telah mengikuti prosedur yang ada, dan hanya menunggu penerbitan SK pelantikan/pengukuhan dari Mendagri,” kata Faida.

Sementara, suasana di luar gedung DPRD tampak riuh. Ribuan massa yang digalang para ulama bersorak saat pimpinan DPRD menemui mereka dan mengabarkan pemakzulan Faida.

  Pejabat Sulteng Ancam Bendahara Gerindra, Habiburokhman: Jangan Pakai Cara Preman

“Hidup rakyat, hidup rakyat, hidup rakyat,” ucap mereka beramai-ramai.

Sejumlah kiai yang sedari pagi memimpin aksi terus mengumandangkan selawat. Kemudian mereka tampak mengarahkan massa untuk membubarkan diri secara tertib.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here