BERBAGI

Pukat – Bank Indonesia (BI) memperkirakan tekanan ekonomi akibat pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) bakal berlangsung hingga kuartal III-2020. Oleh karena itu, sepertinya pertumbuhan ekonomi nasional akan lebih rendah dari perkiraan.

Mengutip Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2020, BI pengaruh penyebaran Covid-19 terhadap pelemahan ekonomi domestik masih dapat berlanjut hingga kuartal III-2020. Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) demi menekan penyebaran virus corona berdampak terhadap penurunan aktivitas ekonomi dan optimisme dunia usaha.

“Data April 2020 menunjukkan pelemahan ekonomi berlanjut. Dengan dinamika tersebut, Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 akan menurun dan pada 2021 kembali meningkat didorong perbaikan ekonomi dunia dan dampak positif stimulus kebijakan,” sebut laporan BI.

Mesin utama perekonomian Indonesia yaitu konsumsi rumah tangga sepanjang 2020 diperkirakan tumbuh melambat. Perlambatan konsumsi rumah tangga pada kuartal I-2020 diprakirakan berlanjut, yang telah tercermin pada kontraksi penjualan eceran pada April.

  Formula Nitrico Efektif Lawan Covid 19 Siap Action

“Perlambatan ini disebabkan turunnya pendapatan masyarakat seiring penerapan PSBB yang mengurangi permintaan tenaga kerja serta barang dan jasa. Kinerja ekspor, termasuk sektor pariwisata, yang melemah turut menurunkan pendapatan dan menahan pertumbuhan konsumsi rumah tangga. Pendapatan lainnya dari investasi di pasar keuangan juga menurun sejalan melemahnya kinerja pasar keuangan,” papar laporan BI.

Investasi, kontributor terbesar kedua dalam pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, juga melambat. Penurunan investasi diprakirakan terjadi pada investasi bangunan dan non-bangunan.

Pertumbuhan investasi bangunan diprakirakan terkontraksi akibat menurunnya permintaan domestik dan penundaan proyek investasi, baik Proyek Strategis Nasional (PSN) maupun konstruksi swasta. Hal tersebut terindikasi dari pertumbuhan penjualan semen yang terkontraksi lebih dalam hingga Maret 2020.

  ELSAM: Bebaskan Kampus dari Represi Kebebasan Akademik

Investasi non-bangunan juga diprakirakan terkontraksi lebih dalam sejalan lemahnya kinerja eksternal dan turunnya permintaan domestik di tengah melemahnya kinerja manufaktur. Kondisi ini terindikasi dari kontraksi penjualan alat angkut dan impor barang modal.

Sementara ekspor juga diramal menurun pada 2020. Seiring meluasnya penyebaran Covid-19, revisi ke bawah sejumlah determinan ekspor seperti pertumbuhan ekonomi global dan harga komoditas, mengindikasikan prospek ekspor yang menurun.

Penyebaran pandemi Covid-19 yang meluas ke berbagai negara mitra dagang menekan permintaan. Seiring meluasnya penyebaran Covid-19, revisi ke bawah sejumlah determinan ekspor seperti pertumbuhan ekonomi global dan harga komoditas, mengindikasikan prospek ekspor yang menurun.

  ASN Pemprov Bali Meninggal di Got Setelah Berolahraga

Penyebaran pandemi COVID-19 yang meluas ke berbagai negara mitra dagang menekan permintaan. Penyebaran pandemi Covid-19 juga mengganggu rantai penawaran (supply chain) global.

“Kinerja ekspor nonmigas hingga April 2020 terkontraksi akibat menurunnya ekspor pertambangan, terutama batu bara, dan hampir seluruh produk manufaktur. Kinerja ekspor jasa juga diprakirakan tertekan sejalan penurunan kinerja sektor pariwisata yang sangat dalam akibat kebijakan restriksi perjalanan,” tulis laporan BI.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here