BERBAGI

Pukat – Kita sudah melewati  bulan Mei ibarat telah menjalani orientasi  magang “ploncoan” sekolah kehidupan  dengan  menjalani protokoler lawan  covid 19 yang superketat.

Ada prilaku baru yang menyandra kebiasaan di bulan Mei kelabu lalu, yaitu prilaku kebiasaan keluar rumah untuk bekerja, sekolah, ibadah atau kegiatan lainnya terpaksa terlarang akibat dampak pendemi ini yang telah memaksa semua kegiatan di rumah saja. Semua dirumah terbiasa dengan online, kita jadi putar otak untuk bisa bertahan di rumah, bagi yang punya penghasilan tetap masih bisa bertahan sampai 100 hari tapi bagi yang tidak tetap tentu harus putar otak tujuh keliling.

Ya akhirnya kita semua  menyerah  di rumah saja, namum terkadang sekali kali keluar sekedar membeli bekal logisitik yang habis kalau dompet masih ada, kalau dompet menipis atau kanker (kantong kering) sudah tidak ada isinya bisa di dibayangkan telor dan mie serta air putih menjadi menu mewah. Siksaan di rumah saja telah membuat prilaku baru bagi manusia baru, yang karena the power of kepepet bisa kreatif, namun juga ada yang makin terpuruk.

  Donald Trump Sudah Kembali Ke Gedung Putih, Sembuh dari Covid-19?

Namum alangkah baiknya menerima  nasib dan takdir ini untuk membikin proposal kehidupan 100 hari ke depan, menghadapi 100 hari lagi diperkirakan  situasi menurut prediksi akan membaik, artinya masih harus 3 sampai 4 bulan lagi kita akan menghadapai situasi yang serba sulit. Yaitu bulan Mei, Juni dan Juli sebagai  puncak dari gunung es pandemic;

 

 Pertengahan Maret dan  April lalu  adalah fase penyesuaian, ibarat  ospek kehidupan setiap orang punya  perasaan serta pengalaman sangat berbeda beda dalam memaknai dampak covid 19 ini. Beragam reaksi dari di rumah saja akibat PSPB,   ada yang terpaksa, ada yang biasa ada yang cuek dan ada yang melawan.

 

Jurus jitu 100 hari kedepan

Pada bulan Maret lalu  adalah fase  persiapan pendaftaran hidup dalam menghadapi 100 hari   sekolah kehidupan yang menegangkan, adapun fase fase berikutkan dapat kita bikin semacam proposal kehidupan.

 

Face bulan April adalah  fase magang atau ospek sekolah kehidupan, dengan Kurikulum mulai kencangkan ikat pinggang

  New Normal Dan Formula No

Penyebaran sangat cepat dan merata di mana mana, jumlah yang positif makin banyak, yang sembuh dan yang meninggal juga tambah banyak.

Pada fase ini kita sudah mulai bersahabat  di rumah saja, sudah mulai juga biasa pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, namun prilaku ini  semuanya  masih kikuk, sementara kondisi kantong makin menipis, apa yang perlu di lakukan tak ada pilihan memasuki bulan puasa banyak yang bisa diirit, tetap berkreasi untuk bisa mencari pendapatan dari rumah.

 

 

Face Bulan Mei,  mata kuliah umum kehidupan kurikulumnya Kencangkan ikat pinggang

Prakteknya  untuk prilaku sehat sudah terbisa tapi karena pendapatan sudah tipis, prilaku sehat jadi kurang terkontrol karena makanan dan minuman yang dikosumsi hanya banyak menu mie dan air putih akibat kantong tipis.

 

Face Bulan Juni,  mata kuliah khusus kehidupan, Kurikulum ingat waktu susah

Prakteknya, pada saat fase khusus ini mungkin kita sudah banyak yang puasa, bisa puasa senin kamis, bantuan pemerintah atau lainnya sangat tidak mencukupi, karena banyak orang sudah terbniasa biasa hidup enak atu cukup. Berubah ke hidup yang pas pasan dan ada yang mualai parah.

  Menkes: Imun Orang Papua Kuat

 

Face Bulan Juli, mata kuliah ujian akhir apakah lulus atau mengulang kurikulum ingat kalau waktu tidak punya apa apa

prakteknya cocoknya puasa Nabi Daut lebih bagus, tetap besyukur karena kondisi masih sehat namun situasi ekonomi sudah kalang kabut, alangka baiknya membayangkan waktu belum punya apa apa alias masih nomeden atau waktu masih cost sehingga bisa super irit.

 

Oleh : M.Mufti Mubarok

CEO PUKAT dan NITRICO CENTRE

M.Mufti Mubarok (3M), Nitrico: Cara Nikmat Lawan Corono

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here