BERBAGI

PUKAT – Sekelompok massa dalam aksi penolakan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) membakar bendera PDI Perjuangan (PDIP). Partai Nasdem sebagai sesama anggota koalisi prihatin atas peristiwa tersebut.

“Di era demokrasi seperti saat ini, aspirasi publik bisa disalurkan dengan cara yang elegan,” kata Sekjen Nasdem, Johnny G Plate, Kamis (25/6/2020).

Sambil berkelakar, ia meminta para pelaku untuk waspada. Jangan sampai, kata Johnny, perbuatannya bisa berdampak kepada mereka sendiri.

  Ada 37 Bakal Calon Kepala Daerah dari 21 Provensi Positif Corona Telah Mendaftar Ke KPU

“Hehehe agar tetap waspada jangan sampai tangan ikut terbakar,” imbuhnya.

Johnny juga menyinggung tuntutan aksi penolakan RUU HIP yang dilakukan Persaudaraan Alumni (PA) 212 itu. Salah satu tuntutan itu, PA 212 meminta MPR menggelar sidang istimewa untuk memberhentikan Presiden Joko Widodo.

“Logika akrobatik, di mana titik sambungnya? Jauh panggang dari api. Presiden sudah menyatakan bahwa pemerintah tidak akan ikut membahas RUU HIP,” tegas Johnny.

  Mematuhi Protokol Kesehatan, Ma’ruf Amin: kunci Pemulihan Ekonomi

Ia juga mengingatkan RUU HIP bukan merupakan inisiatif pemerintah melainkan usulan DPR. Johnny juga mengatakan, pemerintah sudah meminta agar pembahasan RUU HIP itu ditunda.

“Pak Jokowi sangat Pancasilais dengan wawasan kebangsaan yang juga sangat luas. NasDem selalu bersama Pak Jokowi membangun bangsa dan negara secara khusus membangun karakter bangsa dan membumikan ideologi bangsa Pancasila. Bersama Pak Jokowi, NasDem tetap menjadi garda depan Pancasila,” ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here