BERBAGI

Pukat – Seorang balita asal Sragen, Jawa Tengah, Tsamara Kumaira Maraba meninggal dunia usai jari tangan kanannya membengkak akibat gigitan kutu kucing. Ia juga sempat mengalami demam tinggi dan muntah.

Kasus ini memang menarik perhatian, tapi apakah kutu kucing benar-benar dapat berakibat fatal pada manusia?

Dokter hewan sekaligus pengajar di Fakultas Kedokteran Hewan Universitasa Nusa Cendana Kupang, drh. Yeremia Yobelanno Sitompul M.Sc menjelaskan, pada tubuh hewan peliharaan seperti kucing, sering ditemukan ektoparasit.

Ektoparasit ini ada empat jenis yaitu kutu, tungau, pinjal, dan caplak. Namun, masyarakat umumnya menyebut keempatnya dengan istilah yang sama yakni kutu.

  Sofyan Djalil Menargetkan, 2023 Semua Tanah di Jawa Tengah Sudah Tersartifikasi

Dia menjelaskan, berdasarkan pengetahuan mengenai hewan, ketika parasit mengigit ada tiga kemungkinan yang bisa terjadi. Pertama, umumnya menyebabkan alergi.

Lalu bisa juga terjadi infeksi sekunder, di mana luka akibat gigitan menjadi pintu masuk bagi bakteri ke tubuh. Atau parasit itu sendiri ketika mengigit memang sedang membawa bakteri.

“Jadi (kalau parasit tak membawa bakteri) mentok-mentok efeknya gatal-gatal saja kayak digigit nyamuk,” katanya, Jumat (29/5/2020).

  Luhut Binsar Panjaitan: Saya Optimis Tidak Ada Pandemi Gelombang Kedua

Terkait kasus meninggalnya balita di Sragen, kata Yeremia, jika ingin mendapatkan kepastian penyebabnya maka perlu diketahui apakah benar-benar meninggal karena gigitan kutu kucing. Jika benar, perlu juga untuk memeriksa jenis apa yang mengigit balita tersebut.

Jika memang telah dinyatakan oleh dokter bahwa gigitan kutu dari kucing yang menyebabkan kematian, salah satu jenis kutu yang dapat menyebabkan penyakit zoonosis, penyakit menular dari hewan ke manusia, adalah pinjal Ctenocephalides felis. Parasit yang memang ditemukan pada kucing.

  Satu Keluarga Ditemukan Membusuk di Rumahnya, Diduga Jadi Korban Pembunuhan

Gigitan parasit ini dapat menyebabkan cat scratch fever/disease, penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Bartonella henselae pada manusia, dapat tertular melalui gigitan pinjal tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here