BERBAGI

Pukat – Negeri Jiran, Malaysia, sudah mulai melonggarkan kebijakan lockdown di negaranya. Beberapa waktu lalu, Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin bahkan mengklaim telah berhasil mengendalikan penyebaran virus corona.

Melihat kondisi tersebut, Malaysia berencana melakukan normalisasi, sehingga ekonomi akan dapat tumbuh dan membaik. Lantas bagaimana dengan pariwisata?

Ketua Pengarah Tourism Malaysia Zulkifly Bin Md Said mengatakan bahwa Malaysia tengah memfokuskan diri pada pariwisata domestik.

“Malaysia masih terus memberi kesempatan kepada industri pariwisata untuk secepatnya bergerak lagi, dan pemerintah Malaysia akan memberikan kesempatan lebih dulu untuk turis domestik, baru setelahnya akan dibuka untuk turis asing,” ujarnya dalam acara Halal Bi Halal Virtual yang digelar oleh Tourism Malaysia, Jumat (12/6).

  WNI Tidak Diizinkan Masuk Ke Malaysia, Berlaku Mulai 7 September

Pembatasan perjalanan untuk penerbangan luar negeri masih diberlakukan. Baik pariwisata maupun maskapai penerbangan akan membuka layanan bagi tamu dari luar negeri secara bertahap.

Sementara wisatawan domestik diperbolehkan untuk berlibur atau jalan-jalan di dalam negeri. Ia juga mengakui bahwa saat ini Pemerintah Malaysia tengah mempersiapkan SOP Pariwisata terbaik sebelum akhirnya dibuka secara luas bagi wisman.

  6 Mayat WNI 4 di Antaranya Perempuan Terdampar di Pantai Malaysia

“Permasalahan pariwisata di saat COVID-19 ini tidaklah sederhana, jadi harus dipikirkan secara komprehensif,” tuturnya.

Pembatasan perjalanan internasional berlaku untuk semua jenis turis, termasuk medical tourism. Langkah ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran COVID-19 yang berasal dari luar negeri.

Nik Yazmin Nik Azman, Chief Commercial Officer Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) optimistis bahwa pariwisata domestik bisa membangkitkan kembali gairah di industri perhotelan, maskapai penerbangan dan juga destinasi.

“Sebelum vaksin ditemukan, wisata memang sudah tidak sama lagi. New normal tentu akan memberikan batasan-batasan yang sebelumnya tidak ada, sehingga akan butuh waktu sampai pariwisata Malaysia bisa terbuka untuk pelancong asing,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here