BERBAGI
Anies Baswedan Ancam akan Terapkan Kebijakan Darurat Jika Warganya Tetap
Anies Baswedan Ancam akan Terapkan Kebijakan Darurat Jika Warganya Tetap "Ngeyel"

Pukat- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kecewa karena warganya masih bandel untuk punya kesadarana mencegah penularan Covid-19. Ia meminta jangan meremehkan terkait ancaman virus corona, pasalnya, saat ini angka positivity rate Covid-19 di Jakarta melonjak dua kali lipat sebesar 10,5 persen.

Anies menegaskan, bukan tidak mungkin Pemprov DKI Jakarta menerapkan kebijakan darurat apabila kasus positif corona melonjak. Implikasinya ialah aktivitas sosial-ekonomi kembali ditutup.

“Karena itu khusus hari ini Jakarta mengalami lonjakan kasus tertinggi. Saya ingatkan pada semua jangan sampai situasi ini jalan terus, sehingga kita harus menarik rem darurat atau emergency brake,” kata Anies, Minggu (12/7).

  Corona di Indonesia Melonjak, Anggota DPR RI Minta Pemerintah Buat Protokol Kesehatan Baru

“Bila itu terjadi, maka kita semua harus kembali dalam rumah, kegiatan perekonomian terhenti, kegiatan keagamaan terhenti, kegiatan sosial terhenti. Kita semua akan merasakan kerepotannya bila situasi ini berjalan terus,” tegas dia.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat DKI Jakarta mengalami pertambahan kasus positif corona sebanyak 404 orang pada hari ini, Minggu (12/7). Angka ini adalah yang terbanyak sejak Ibu Kota dihantam wabah tersebut.

Anies kembali mengingatkan warga Jakarta untuk ekstra hati-hati terhadap ancaman pandemi tersebut. Ia meminta warganya tidak menganggap enteng sehingga itu akan membahayakan mereka sendiri.

  Bio Farma Pastikah Harga Vaksin Per Dosis Berada di Kisaran Rp200 Ribu

“Jadi saya ingin mengingatkan pada semua warga Jakarta harus ekstra hati-hati. Jangan anggap enteng. Jangan merasa kita sudah bebas dari Covid-19. Karena nanti kalau kondisi ini berlangsung terus, bukan tidak mungkin kita akan kembali ke situasi sebelum ini,” jelas Anies.

Dia juga meminta warganya berhati-hati saat berada di tempat transportasi umum dan pasar. Biasanya dalam kondisi itu mereka acap kali sulit menjaga jarak (physical distancing).

“Pertama yang paling harus kita hati-hari adalah tempat transportasi umum. Di situ ada situasi di mana menjaga jarak itu seringkali sulit. Dan kedua ada di pasar, kondisi di pasar seringkali membuat interaksi menjadi pendek. Pastikan bahwa semuanya disiplin,” tambahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here