BERBAGI
Akan Gelar Pilbup Sragen, Minarso: Akan Dilaksanakan Sesuai Protokol Kesehatan
Akan Gelar Pilbup Sragen, Minarso: Akan Dilaksanakan Sesuai Protokol Kesehatan

Pukat- Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Sragen 2020 mendatang akan dilaksanakan sesuai protokol kesehatan. Selain itu  semua petugas penyelenggara bakal dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) tatkala bertugas.

Hal ini untuk memastikan mereka tetap bisa bertugas guna pencegahan persebaran Covid-19 atau virus korona. APD dari hibah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen, untuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).

Ketua KPU Minarso, memastikan semua tahapan Pilbup 2020 menerapkan protokol kesehatan Dia juga memastikan bila semua badan ad hoc penyelenggara Pilbup 2020 di jajarannya, sampai di tingkat Kelompok Penyelenggara Pemilihan Suara (KPPS) dilengkapi APD saat bertugas.

“Kami memastikan semua petugas kami hingga sampai di KPPS dilengkapi APD dan menerapkan protokol kesehatan,” Kata Minarso.

  Forkabi dan Ormas Sayap Kanan PDIP Temui Rizal Ramli Bahas Soal Bangsa

Selain itu, pihaknya telah memutuskan para pemilih nanti akan diberikan sarung tangan plastik saat mencoblos untuk mengurangi resiko penyebaran Covid-19. Tidak hanya itu, di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS), juga akan disediakan APD, mulai masker, thermogun, hand sanitizer, disinfektan. Pengadaan APD protokol Covid-19 dalam bentuk barang hibah, seluruhnya akan disediakan Pemkaab Sragen lewat Dinas Kesehatan (Dinkes) Sragen, pihaknya hanya tinggal menerima barang.

Awalnya saat penambahan anggaran mereka mengajukan Rp 16,74 miliar termasuk untuk APD. Tetapi ternyata untuk APD semuanya akan dipenuhi Pemkab Sragen yang jumlahnya sesuai kebutuhan mereka. Minarso menyampaikan pihaknya mengusulkan anggaran sebesar Rp 3,82 miliar untuk penambahan TPS dan honor KPPS, namun disetujui Rp 3 miliar oleh Pemkab Sragen.

  DPRD DKI Minta Perusahaan Bidang Telekomunikasi Beri Solusi Beban Data Internet Bagi Pelajar

“Karena adanya pandemi Covid 19, kami memang harus menambah jumlah TPS,” ujarnya.

sementara, jumlah TPS direncanakan 1.644 namun bertambah 627 menjadi 2.271 TPS. Penambahan itu karena dikuranginya jumlah pemilih yang ada di setiap TPS. Mulanya, jumlah pemilih di setiaap TPS maksimal 800 orang namun dikurangi menjadi 500 orang.

“Karena jumlah TPS bertambah akibatnya jumlah KPPS juga ikut bertambah,” ungkapnya.

Adanya tambahan itu, maka total anggaran Pilbup 2020 yang akan digelar 9 Desember menjadi Rp 27,3 miliar naik dari anggaran sebelumnya Rp 24,3 miliar. Senada dikemukakan Ketua Bawaslu Dwi Budhi Prasetya. Menurut dia, dalam pelaksanaan Pilbup 2020 ada penambahan TPS, sebagai salah satu mengantisipasi dampak Covid 19.

  Tangani Covid-19, Presiden Jokowi Minta Hilangkan Ego Sektoral

“Untuk APD semuanya akan dipenuhi Pemkab Sragen dalam bentuk barang lewat tim Gugus Tugas Penanganan Covid 19, sesuai yang diminta Bawaslu dan KPU,” terang Budhi sekaligus memastikan semua petugas di lapangan, memakai APD dan menerapkan protokol kesehatan saat bertugas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here