BERBAGI
5 Cara Diplomasi Menteri Luar Negeri dalam Membantu Wujudkan Vaksin di Indonesia
5 Cara Diplomasi Menteri Luar Negeri dalam Membantu Wujudkan Vaksin di Indonesia

Pukat- Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan vaksin merupakan titik tolak dalam pemulihan covid-19. Dia mengaku telah membantu banyak dengan berdiplomasi dengan Negara lain dalam mendatangkan vaksin.

“Vaksin adalah game changer yang akan menjadi titik tolak pemulihan pandemik covid-19. Secara konsisten diplomasi Indonesia bergerak cepat dalam membantu tercukupinya kebutuhan alat kesehatan, obat-obatan dan vaksin,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi pers secara daring di akun YouTube Kementerian Luar Negeri, Kamis (23/7).

Retno menjelaskan bahwa ada lima cara yang dilakukan olehnya sehingga menjalin kerja sama dalam mewujudkan keberadaan vaksin di Indonesia.

 

  1. Selalu speak up pentingnya vaksin dengan harga terjangkau

Retno mengatakan pada level pertemuan internasional maupun Konferensi Tingkat Tinggi (KTT), para diplomat Indonesia selalu menyuarakan pentingnya akses vaksin yang aman, tepat waktu dan dengan harga yang terjangkau.

  Menlu Retno Sebut Myanmar Rumah Bagi Etnis Rohingya dan Mendesak Agar Dapat Selesaikan Akar Permaslahan

“Seruan di panggung internasional kita tindak lanjuti dengan upaya untuk mendapatkan akses terhadap vaksin,” kata dia.

 

  1. Negosiasi dengan produsen vaksin asal Tiongkok, Sinovac

Saat ini Bio Farma bekerja sama dengan perusahaan Tiongkok, Sinovac Biotech, untuk mengembangkan vaksin covid-19 dan siap diuji klinis tahap ketiga pada Agustus 2020. Pemerintah akan menguji klinis vaksin virus corona tersebut selama enam bulan, sehingga ditargetkan rampung Januari 2021.

Retno menjelaskan kerja sama ini tidak lepas dari peran dubes Indonesia di Beijing, yang bernegosiasi dengan CEO Sinovac pada 27 Mei 2020 di fasilitas pengembangan vaksin Sinovac.

“Dan merupakan dubes asing pertama yang berkunjung ke Sinovac dalam masa pandemik,” ucap Menlu.

 

  1. Mendorong tenaga ahli datang ke Indonesia, untuk mengembangkan produksi vaksin

Retno mengatakan saat ini Bio Farma memiliki kemampuan produksi 100 juta dosis vaksin tiap tahun, dan akan dikembangkan menjadi 250 juta dosis vaksin per tahun.

  Demi Pulihkan Ekonomi Indonesia, Menteri KKP Siap Gelontorkan 474,9 Miliar Anggaran 2020

Kemenlu juga terlibat di sini, dengan memberikan fasilitas kedatangan tenaga ahli yang diperlukan dari Eropa, saat terjadi penutupan perbatasan berbagi negara di pandemik ini.

“Jika nantinya vaksin ditemukan dan kebutuhan dalam negeri sudah terpenuhi, maka Indonesia akan bisa berkontribusi bagi pemenuhan vaksin dunia,” kata Retno.

 

  1. Memulai kerja sama dengan produsen vaksin asal Korsel

Penelitian vaksin juga dilakukan PT Kalbe Farma Tbk berkolaborasi dengan perusahaan Genexine asal Korea Selatan, yang siap uji klinis vaksin covid-19 di Indonesia pada Juni 2020.

Kerja sama ini juga dibantu Dubes Indonesia di Seoul, yang telah memfasilitasi pembahasan kerja sama dengan Genexine.

“Mereka sudah tahap satu di Korsel hingga Agustus 2020, dan uji klinis tahap kedua akan dimulai di Indonesi pada September atau Oktober 2020,” kata Retno.

  Menlu RI retno Marsudi Dalami Kerja Sama Vaksin Covid-19 dengan Inggris dan Swiss

 

  1. Aktif komunikasi dan kirim proposal dengan CEPI di Norwegia

Selain Sinovac dan Genexine, Indonesia juga menggandeng Koalisi Inovasi untuk Persiapan Pandemik (CEPI) yang berkantor pusat di Norwegia.

Kerja sama ini bermula dari dubes RI di Oslo, yang aktif berkomunikasi dan mengirimkan proposal kerja sama antara CEPI dengan Bio Farma.

“Kemenlu telah mensinergikan upaya dan menjajaki potensi kontribusi Indonesia pada CEPI, untuk menyiapkan Bio Farma sebagai mitra produksi vaksin CEPI,” kata Retno.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here