BERBAGI
2 Hari Lagi PSBB Kota dan Kabupaten Bogor Usai, Ekonomi Mulai Menggeliat
2 Hari Lagi PSBB Kota dan Kabupaten Bogor Usai, Ekonomi Mulai Menggeliat

Pukat- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi di kota dan kabupaten Bogor akan berakhir pada dua Juli nati. Sektor perekonomian di dua wilayah tersebut mulai menggeliat. Salah satunya, okupansi hotel yang mulai terkerek naik di angka 57,88 persen.

Ketua Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kota Bogor Dedie A. Rachim  mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kini sedang menyiapkan delapan surat edaran (SE) wali kota terkait protokol kesehatan di pusat perbelanjaan, hotel, sarana olahraga, event organizer atau jasa pertunjukan, stasiun/terminal, tempat wisata, tempat kecantikan atau salon dan jasa ekonomi kreatif.

Surat edaran protokol kesehatan ini untuk memasuki masa masyarakat produktif dan aman Covid-19.

  Kapolri Terbitan Telegram Adaptasi "New Normal"

“SE tersebut disiapkan pasca PSBB proporsional bilamana rekomendasi dari kajian ahli epidemiology menyatakan situasi sudah aman terkendali,” kata Dedie.

Menggeliatnya ekonomi di masa PSBB proporsional juga terjadi di Kabupaten Bogor. Banyaknya wisatawan yang berkunjung ke puncak selama beberapa pekan terakhir ini membuat okupansi hotel yang sebelumnya stagnan meningkat di angka 40-50 persen.

“Akhir pekan kemarin okupansi berada di 40 persen,” ujar Wakil Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor, Boboy Ruswanto.

Dia berharap, usaha restoran dan hotel secepatnya bisa berjalan seperti sedia kala. Itu agar perekonomian segera pulih.

  Pengusaha Kuliner Bogor Sambut Baik Diperbolehkan Beroperasi saat Transisi

Namun, ia tetap mewanti-wanti agar masing-masing hotel dan restoran tetap memprioritaskan protokol kesehatannya demi melindungi karyawan maupun pengunjung.

“(Kenaikan pendapatan secara) bertahap karena mereka (hotel) rata-rata membuka kamar tidak semuanya,” terang Boboy.

Dalam aturan terbaru, hotel juga tak diperbolehlan menyediakan makan prasmanan. Makan dan minum hanya bisa di dalam kamar.

Bupati Bogor, Ade Yasin mengaku, tak melarang hotel-hotel dan restoran menerima kunjungan selama mematuhi protokol kesehatan.

Khusus kawasan Puncak, masih akan mendapat pengawasan ketat dari pemkab. Beberapa tempat wisata masih belum bisa dibuka karena berpotensi menjadi sumber penyebaran Covid-19.

“Yang jelas (tempat wisata yang) sudah mengajukan protokol kesehatan sudah kita pelajari dan dianggap sudah baik, kita bolehkan untuk buka. Akan tetapi, hanya untuk wahana binatang dan alam. Kesepakatan nanti diklarifikasi oleh tim kita. Kalau menurut kita sudah layak, ya boleh. Kalau belum berarti tetap kita tahan,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here